Laporan Wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Gelombang kepedulian masyarakat Jawa Timur untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir deras.
Hampir 300 koli muatan bantuan logistik telah diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggunakan armada kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT PELNI).
Menariknya, seluruh pengiriman bantuan sosial tersebut mendapatkan fasilitas stimulus dari pemerintah berupa pembebasan tarif angkutan atau diskon 100 persen.
Kepala Cabang PT PELNI Surabaya, Roni Abdullah, mengonfirmasi bahwa penanganan muatan bantuan dilakukan secara gratis untuk mempermudah masyarakat yang ingin membantu korban bencana.
Baca juga: Perempuan Asal Surabaya Ditangkap Warga di Lamongan, Kepergok Curi Motor Honda Beat
"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah memfasilitasi program bantuan ini melalui diskon tarif 100 persen untuk muatan kapal penumpang PELNI," ujar Roni Abdullah di Terminal Gapura Surya Nusantara, Minggu (23/8/2026).
Untuk mendukung kemudahan penyaluran, PT PELNI berkolaborasi dengan PT Pelindo dan KSOP mendirikan Posko Bersama di Terminal Gapura Surya Nusantara sejak 16 Agustus lalu.
Hingga saat ini, sekitar 300 koli bantuan berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok berhasil diangkut menggunakan KM Tidar dari Surabaya.
Jumlah ini belum termasuk kiriman dari cabang PELNI daerah lain seperti Makassar dan Bau-Bau.
"Antusiasme warga Jatim sangat tinggi. Posko bersama ini hadir untuk menampung bantuan masyarakat dan harapan kami fasilitas gratis ini dimanfaatkan semaksimal mungkin hingga situasi mereda," lanjut Roni.
Bagi masyarakat yang masih ingin mengirimkan bantuan barang ke lokasi bencana di NTT, PT PELNI membuka kesempatan untuk pengiriman tahap berikutnya.
Masyarakat cukup menyerahkan barang bantuan ke Posko Bersama di Terminal Gapura Surya Nusantara.
Logistik tersebut nantinya akan diangkut menggunakan KM Tidar yang dijadwalkan berlayar pada 30 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB dengan rute Surabaya, Makassar, Bau-Bau, dan Maumere.