TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dipastikan tidak lagi mengalami vacum of power setelah Kemdiktisaintek menetapkan Prof Dr Ali Rokhman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsoed.
Penetapan tersebut disampaikan Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof Badri Munir Sukoco dalam konferensi pers di Unsoed Purwokerto, Minggu (23/8/2026).
Prof Badri mengatakan, dirinya bersama SKM, Dr Ismail Khasani ditugaskan oleh Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto hadir di Unsoed sekaligus menyampaikan pesan-pesan Menteri.
Menurutnya, Kemdiktisaintek prihatin atas munculnya persoalan hukum di lingkungan perguruan tinggi.
Baca juga: OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras, Edi Pranoto Dorong Jalur Mandiri PTN Dievaluasi
• Keluarga Alumni Minta Kemendiktisaintek Lakukan Evaluasi Tata Kelola Unsoed
"Kemendiktisaintek tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum dan penyalahgunaan kewenangan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi," katanya.
Kemdiktisaintek, lanjut dia, menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganannya kepada KPK sesuai kewenangannya.
"Kemendiktisaintek siap mendukung proses penegakan hukum," ujarnya.
Pihaknya juga akan terus mencermati perkembangan kasus yang tengah berjalan tersebut.
Apabila nantinya ditemukan aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi atau tata kelola perguruan tinggi, Kemdiktisaintek akan segera melakukan pendalaman dan mengambil langkah kelembagaan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
"Integritas merupakan fondasi utama perguruan tinggi dan tidak dapat ditawar. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab," jelasnya.
Menurut Prof Badri, kasus yang terjadi di Unsoed harus menjadi peringatan keras bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Perguruan tinggi diminta memperkuat pengawasan serta memastikan tidak ada ruang bagi praktik yang dapat mencederai integritas dunia pendidikan.
Prof Dr Ali Rokhman Pimpin Sementara Unsoed
Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, Kemdiktisaintek meminta seluruh sivitas akademika Unsoed tetap memastikan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya.
Untuk memastikan hal tersebut, Mendiktisaintek menetapkan Prof Ali Rokhman sebagai Plt Rektor Unsoed Purwokerto.
Prof Dr Ali Rokhman nantinya bertugas memimpin sekaligus memastikan seluruh kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, baik pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat, tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Dengan ditetapkannya Prof Dr Ali Rokhman Kemdiktisaintek menegaskan tidak ada lagi kekosongan kepemimpinan di Unsoed.
"Sekarang sudah tidak ada lagi vacum of power. Semua kewenangan Rektor akan dijalankan Plt Rektor sesuai amanah Kemendiktisaintek, Prof Dr Ali Rokhman," tegas Prof Badri.
Dia juga memastikan legalitas tanda tangan ijazah yang dilakukan oleh Plt Rektor tetap sah.
"Legalitas tanda tangan ijazah Plt Rektor sah," ujarnya.
Baca juga: "Saya Ini Dituduh Apa Sih" Kisah Wakil Rektor Unsoed Prof Noor Farid Deg-degan Ikut Diperiksa KPK
• Peras Orang Tua Calon Mahasiswa, Rektor Unsoed Jadi Tersangka
Pemilihan Rektor Tetap Berjalan
Selain memastikan roda pemerintahan kampus tetap berjalan, Prof Dr Ali Rokhman juga nantinya akan menjalankan proses pemilihan Rektor Unsoed.
Prof Badri mengatakan, dalam waktu tertentu proses terkait pemilihan Rektor akan dijalankan sesuai statuta Unsoed dan peraturan Senat mengenai tata cara pemilihan Rektor.
Dia menyebut, masa proses pemilihan tersebut telah dibicarakan secara internal dalam rapat.
"Efektif per hari ini Plt Rektor Unsoed pukul 00.00, sesuai norma yang berlaku untuk pemilihan antara 6 sampai 1 tahun tadi sudah kami bicarakan internal dalam rapat dan statuta Unsoed, tata cara pemilihan Rektor akan dijalankan Plt Rektor," katanya.
Pastikan Layanan Kampus Tetap Berjalan
Sementara itu, Prof Ali Rokhman mengatakan, penunjukan dirinya sebagai Plt Rektor Unsoed merupakan amanah besar.
Dia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin sementara Universitas Jenderal Soedirman.
Setelah menerima amanah tersebut, terdapat sejumlah hal yang menjadi fokus utama selama menjalankan tugas sebagai Plt Rektor.
Pertama, memastikan seluruh kegiatan layanan kampus terhadap mahasiswa, alumni, dosen maupun sivitas akademika tetap berlangsung dengan lancar.
"Memastikan semua kegiatan layanan terhadap mahasiswa, terhadap alumni, terhadap dosen, dan terhadap yang berkaitan dengan Tridarma Perguruan Tinggi tetap berlangsung lancar," ujarnya.
Kedua, dia menegaskan akan mematuhi proses-proses hukum yang saat ini sedang berjalan di KPK.
Sedangkan mengenai proses pemilihan Rektor berikutnya, dia mengatakan hal tersebut akan dibicarakan lebih lanjut.
Menurutnya, penunjukan sebagai Plt Rektor berlangsung secara tiba-tiba sehingga dirinya membutuhkan waktu untuk secara menyeluruh mengenai langkah-langkah selanjutnya yang harus dilakukan.
"Karena saya tiba-tiba diangkat belum punya gambaran tentang langkah-langkah selanjutnya," pungkasnya. (*)