27 Pantun Tagih Utang dengan Cara Halus, Sindiran Berkelas di Tanggal Tua
Cornel Dimas Satrio August 23, 2026 09:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM - Simak kumpulan pantun tagih utang dengan cara halus, sindiran berkelas di tanggal tua, Minggu (23/8/2026).

Tanggal tua acap kali datang menguji kesabaran, terutama bagi mereka yang masih menunggu janji manis 'nanti aku bayar.'

Ketika dompet menipis dan pesan belum dibalas, pantun bisa jadi cara berkelas untuk menagih utang tanpa bikin suasana tegang.

Lewat kata-kata sindiran halus, pantun tagih utang mampu menyuguhkan pesan tajam agar mereka tergugah hatinya untuk menepati janji bayar utang.

Jadi, kalau ingin menagih utang dengan gaya elegan, gunakan kumpulan pantun berikut bisa jadi senjata ampuh di tanggal tua.

Berikut kumpulan pantun tagih utang dari TribunKaltara.com.

Kumpulan Pantun

1.
Angin sore di Jl Sengkawit
Main layangan talinya melilit
Pamer outfit yang elit-elit
Utang ditagih malah berbelit-belit.

2.
Bebek putih masak di kuali
Simpan dagingnya di dalam peti
Hutang ku tagih berkali-kali
Urat malunya mungkin t’lah mati.

3.
Pisau tajam punggungnya tebal
Sambil mengiris tersengal-sengal
Saat meminjam pandai ngegombal
Saat ditagih, kupingnya bengal.

4.
Bapak guru membawa pita
Pita digulung di atas bata
Jangan mengaku kaum sosialita
Hutang menggunung bikin menderita.

5.
Kulit kurap terkena kudis
Belang-belang ada sebaris
Jangan sok-sokan tampil modis
Kalau hutang tak pernah digubris.

Baca juga: 25 Pantun Menyentuh Kalbu untuk Pembuka Acara Peringatan Maulid Nabi

6.
Aku punya sebidang taman
Untuk bersantai di waktu petang
Aku punya seorang teman
Kalau datang meminta utang.

7.
Si kancil memakan kentang
Lari melihat harimau kembar
Waktu susah dikasih utang
Sampai kaya belum dibayar.

8.
Pergi ke hutan cari belalang
Melewati sungai banyak katak
Kalau datang cuma ngutang
Giliran ditagih lebih galak.

9.
Jalan-jalan ke California
Sambil melihat si burung jalak
Sungguh aneh terlihat dunia
Ditagih hutang, mukanya galak.

10.
Monyet melompat jatuh ke bawah
Karena membawa sekeranjang nanas
Jangan sok-sokan terlihat mewah
Hutangnya banyak, tak lunas-lunas.

11.
Hutan di gunung tumbuh meranti
Pohon perdu tumbuh berduri
Hutang uangmu ku nanti-nanti
Tapi selalu kamu hindari.

12.
Ayam berbulu tinggal sarangnya
Suaranya sumbang bunyi kokoknya
Aku tak perlu bunga-bunganya
Kembalikan saja pinjaman pokoknya.

13.
Sebelum tiga adalah dua
Tulis dengan bahasa Persia
Lama sudah tiada bersua
Hutang dilupa bagai amnesia.

14.
Lantai marmer diinjak buaya
Marmer mahal dari Eropa
Silakan pamer di dunia maya
Tapi hutangnya jangan dilupa.

15.
Diva dangdut namanya Uut
Kini mimpinya sudah terwujud
Dunia kacau terasa semrawut
Yang beri pinjaman, bersujud-sujud.

16.
Bapak pulang membawa buah
Buah dicampur agar-agar
Di media sosial terlihat mewah
Tapi utang tak pernah dibayar.

17.
Naik mobil harus giliran
Agar sesuai dengan pesanan
Pantun ini untuk sindiran
Buat yang lupa sama angsuran.

18.
Pergi liburan ke Kota Banjar
Pulang-pulang terkena cacar
Janji sebulan utang dibayar
Sudah setahun tiada kabar.

19.
Ada orang memakai bedak
Karena banyak buat tersedak
Meminjam uang datang mendadak
Saat diminta, emosinya meledak.

20.
Menjala ikan di Batangkali
Ikan ditangkap masuk keranjang
Ada tetangga yang baik hati
Bibir manis hobi berutang.

21.
Ada pembajak mencuri rantang
Rantang disulap jadi kolintang
Orang bijak mencicil utang
Orang bejat menilap utang.

22.
Jalan-jalan ke Kota Blitar
Pulang-pulang bawa hadiah
Kalau utang tak mau bayar
Semoga diberi hidayah.

23.
Makan gelap mata terpejam
Saat sore opor dihabiskan
Barang siapa suka meminjam
Hukumnya wajib mengembalikan.

24.
Hari Minggu hari libur
Harusnya ngaso malah lembur
Apakah tak takut siksa kubur
Ditagih utang malah kabur.

25.
Kelapa gading kelapa sawit
Panen banyak dikasih sedikit
Gaya hidup setinggi langit
Ditagih utang ngaku tak berduit.

26.
Pedang tajam memotong kayu
Kayu digergaji terkena batu
Saat meminjam pandai merayu
Saat ditagih selalu menggerutu.

27.
Ke Madura membeli garam
Ke Palembang membawa ikan
Pamer jalan-jalan di Instagram
Punya hutang tak dihiraukan.

(*)

(TribunKaltara.com / Cornel Dimas S.K.)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.