Tumpukan Sampah di TPA Guinea Runtuh Timpa Rumah, 30 Orang Tewas
GH News August 24, 2026 04:08 AM
Conakry -

Tumpukan sampah di sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Conakry, Guinea, runtuh menimpa rumah-rumah warga di sekitarnya. Insiden itu menewaskan 30 orang dan enam orang terluka parah.

Dilansir AFP, Senin (24/8/2026), peristiwa itu terjadi Minggu (23/8) pukul 02.00 dini hari waktu setempat di kawasan Dar-es-salam, Distrik Bbessia. Saat itu, hujan lebat tengah mengguyur wilayah tersebut.

"Sumber daya manusia dan peralatan yang signifikan telah dikerahkan untuk mencari orang-orang yang mungkin masih terkubur, menyelamatkan para korban, dan mengevakuasi jenazah," tulis pernyataan pemerintah setempat.

Perdana Menteri Guinea Amadou Oury Bah mengunjungi lokasi kecelakaan maut tersebut. Alat berat ekskavator dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi runtuhan sampah, yang disaksikan oleh kerumunan warga.

"Langkah-langkah telah diambil untuk memastikan perawatan medis bagi korban luka dan memberikan bantuan bagi mereka yang terdampak tragedi ini," demikian bunyi pernyataan pemerintah.

Sebelum jumlah korban resmi diumumkan, tokoh masyarakat setempat, Lancine Sylla, sempat menyatakan kekhawatirannya bahwa banyak orang tewas akibat runtuhnya tumpukan sampah tersebut.

"Kami telah mengevakuasi 18 jenazah yang kemudian dibawa ke kamar jenazah," ujar Sylla kepada AFP.

Salah satu tokoh oposisi utama Guinea, mantan perdana menteri Cellou Dalein Diallo, menyebut kecelakaan itu sebagai tragedi yang membuatnya sangat terpukul.

"Tragedi ini semakin memprihatinkan karena penutupan tempat pembuangan sampah tersebut sebenarnya telah dijadwalkan pada hari Minggu ini, 23 Agustus," tulis Diallo di Facebook.

"Kini giliran pihak berwenang yang berwenang untuk mengungkap, dengan transparansi penuh, situasi yang menyebabkan bencana ini dan mengambil kesimpulan yang diperlukan," tambahnya dalam pernyataan yang diunggah sebelum jumlah korban jiwa dirilis.

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah telah memerintahkan pengosongan permukiman di sekitar lokasi tersebut karena adanya kekhawatiran akan risiko keruntuhan.

Guinea dipimpin oleh Jenderal Mamadi Doumbouya, yang naik takhta melalui kudeta pada tahun 2021 sebelum terpilih sebagai presiden pada bulan Desember 2025.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.