Budi Arie Buka Suara Soal Keakraban Jokowi dan Prabowo Subianto: Kalian Harus Bersyukur
jonisetiawan August 24, 2026 06:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak, pesan tentang persatuan kembali disuarakan. Kali ini, perhatian diarahkan pada hubungan antara Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-8 Prabowo Subianto.

Mantan Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menilai kerukunan kedua tokoh tersebut merupakan sesuatu yang patut disyukuri.

Menurutnya, hubungan baik antara Jokowi dan Prabowo bukan sekadar persoalan kedekatan dua figur politik.

Lebih jauh, Budi Arie melihat hubungan tersebut sebagai gambaran penting mengenai bagaimana para pemimpin bangsa seharusnya menjaga persatuan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pilihan maupun pandangan politik.

Baca juga: Intip Tas Mewah Iriana Jokowi saat HUT RI, Diperkirakan Capai Rp 500 Juta, Disebut Hanya 1 di Dunia

Jokowi dan Prabowo Disebut Jadi Simbol Persatuan

Budi Arie secara khusus menyoroti posisi Jokowi sebagai Presiden ke-7 dan Prabowo sebagai Presiden ke-8.

Menurutnya, masyarakat justru patut bersyukur ketika dua pemimpin tersebut dapat tetap menjaga hubungan baik setelah pergantian kepemimpinan nasional.

"Pak Jokowi dengan Pak Prabowo ini kan presiden ketujuh dan presiden kedelapan. Kalian harus bersyukur, berterima kasih bahwa pemimpin-pemimpin Indonesia ini akur gitu loh.

Bahwa persatuan nasional ini penting dan juga bagaimana sesama anak bangsa ini sama-sama kita bersatu untuk menyelesaikan berbagai problematika permasalahan bangsa dan rakyat.

Karena tentu tantangan kebangsaan kita, kenegaraan kita hari ini tidak ringan di tengah berbagai gejolak yang terjadi di masyarakat gitu ya." ujar Budi Arie dikutip TribunTrends dari KompasTV, Senin, 24 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut menempatkan persatuan nasional sebagai sesuatu yang harus dijaga bersama.

Budi Arie menilai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak ringan. Karena itu, energi bangsa menurutnya seharusnya tidak habis untuk mempertajam perbedaan.

Budi Arie Setiadi kini dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Koperasi
Budi Arie meminta masyarakat mensyukuri kerukunan Jokowi dan Prabowo. Menurutnya, hubungan baik antara Jokowi dan Prabowo patut dihargai sebagai contoh persatuan antarpemimpin bangsa. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Jangan Sampai Perbedaan Membelah Anak Bangsa

Pesan Budi Arie muncul ketika masyarakat Indonesia masih menghadapi berbagai dinamika dan gejolak.

Dalam kondisi seperti itu, ia menilai persatuan menjadi modal penting untuk menghadapi persoalan bangsa.

Hubungan Jokowi dan Prabowo pun menjadi salah satu contoh yang ia soroti.

Dua tokoh tersebut pernah berada dalam posisi yang berseberangan dalam kontestasi politik. Namun, perjalanan politik kemudian membawa keduanya berada dalam satu garis pemerintahan.

Bagi Budi Arie, kondisi tersebut seharusnya menjadi pelajaran bahwa perbedaan politik tidak harus berakhir dengan perpecahan.

Ketika kepentingan bangsa ditempatkan di atas kepentingan kelompok, hubungan antarpemimpin tetap dapat terjaga.

Baca juga: Perintah Prabowo Demi Tangani Karhutla Kalimantan, Mensesneg: Pompa Air hingga Prajurit Ditambah

"Persatuan Nasional Ini Penting"

Budi Arie menegaskan bahwa persatuan nasional bukan sekadar slogan.

Menurutnya, persatuan menjadi kebutuhan ketika bangsa menghadapi berbagai persoalan yang kompleks.

Ia mengajak sesama anak bangsa untuk mengesampingkan perbedaan dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Terlebih, tantangan kebangsaan dan kenegaraan saat ini disebut semakin berat.

Gejolak yang muncul di tengah masyarakat membutuhkan respons bersama, bukan justru memperbesar jurang perbedaan.

Karena itu, kerukunan para pemimpin dinilai dapat menjadi pesan penting bagi masyarakat luas.

Dari Persaingan Politik Menuju Kebersamaan

Hubungan Jokowi dan Prabowo memiliki sejarah panjang dalam politik Indonesia.

Keduanya pernah menjadi rival dalam pemilihan presiden. Namun, setelah kontestasi berakhir, keduanya kemudian memperlihatkan hubungan politik yang jauh berbeda.

Bagi Budi Arie, perubahan tersebut patut dilihat sebagai momentum untuk memperkuat persatuan.

Ia mengingatkan bahwa pergantian kekuasaan seharusnya tidak membuat bangsa terpecah menjadi kelompok-kelompok yang saling berhadapan tanpa akhir.

Sebaliknya, para pemimpin harus mampu menunjukkan bahwa perbedaan pilihan politik dapat diletakkan setelah kepentingan bangsa.

Baca juga: Kaesang akan Maju Dapil Jateng, Bersaing dengan Puan Maharani, Jokowi Akui Berat: Restui & Doakan

Tantangan Bangsa Disebut Tidak Ringan

Budi Arie juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan. Persoalan ekonomi, sosial, politik hingga dinamika masyarakat membutuhkan kerja bersama.

Dalam kondisi tersebut, perpecahan justru dapat membuat bangsa semakin sulit bergerak.

Karena itulah, ia mengajak masyarakat melihat kerukunan antara Presiden ke-7 dan Presiden ke-8 sebagai sesuatu yang patut dihargai.

Pesannya sederhana: jangan sampai perbedaan politik antarmasyarakat justru lebih tajam daripada perbedaan yang pernah terjadi di antara para elite politik.

Bagi Budi Arie, selama para pemimpin bangsa mampu menjaga komunikasi dan persatuan, masyarakat pun seharusnya mengambil pelajaran yang sama.

Pesan di Tengah Gejolak

Pada akhirnya, seruan Budi Arie bermuara pada satu hal: persatuan.

Ia ingin masyarakat menyadari bahwa Indonesia membutuhkan kebersamaan untuk menghadapi berbagai tantangan.

Jokowi dan Prabowo disebutnya sebagai dua pemimpin yang berada dalam fase berbeda dalam sejarah pemerintahan Indonesia, tetapi tetap dapat menunjukkan kerukunan.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa politik boleh berbeda, pilihan boleh berseberangan, tetapi kepentingan bangsa seharusnya tetap menjadi titik temu.

Sebab, ketika berbagai persoalan datang bersamaan, Indonesia membutuhkan lebih banyak energi untuk menyelesaikan masalah rakyat, bukan untuk memperbesar perpecahan di antara sesama anak bangsa.

***

(TribunTrends)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.