POS-KUPANG.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mendeteksi 9 Hotspot atau titik panas di Wilauah NTT.
Kondisi ini akan berdampak pada kondisi cuaca di NTT. Kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman yang harus diwaspadai masyarakat maupun Pemerintah daerah
Lebih lanjut BMKG menjelaskan, 9 Hotspot atau titik panas tersebut tersebar di empat lokasi, antara lain tiga di Kabupaten Sumba Timur dan satu di Kabupaten Lembata.
Prakirawan Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Vitro N mengatakan temuan tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena NTT saat ini masih berada dalam periode musim kemarau.
Baca juga: Prediksi Cuaca Maritim NTT Minggu 23 Agustus 2026: BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Ini
“Untuk titik hotspot dengan tingkat kepercayaan yang tinggi di NTT terdapat 9 titik dimana tersebat pada 4 lokasi,” kata Vitro, Minggu (23/8)
Sementara itu, Prakirawan Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot'ek menyebutkan kondisi musim kemarau di NTT dipengaruhi oleh aktivitas Monsun Timur yang saat ini masih berlangsung.
Karena itu, Sti mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai angin kencang yang bersifat kering karena kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Waspadai angin kencang yang sifatnya kering yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT,” ujarnya.
Sedangkan, peringatan dini angin kencang secara khusus dikeluarkan untuk Kabupaten Sabu Raijua pada periode 23-25 Agustus 2026 mulai pukul 08.00 Wiita hingga pukul 08.00 Wita pada hari berikutnya.
Baca juga: Update Gempa Flores 23 Agustus 2026, BMKG Catat 5.688 Gempa Susulan,130 di Antaranya Dirasakan Warga
Menurut Sti, dengan kondisi musim kemarau dan angin kencang yang bersifat kering, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Warga juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di wilayah dengan kondisi vegetasi yang kering. (*)