Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 Tak Perebutkan Juara, Ada Aksi Tanam 1.000 Pohon Di Buleleng Bali
Putu Dewi Adi Damayanthi August 24, 2026 08:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ada yang berbeda dari Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali. 

Peserta tidak akan berlomba menjadi yang tercepat dalam rute 6 kilometer, melainkan diajak berlari untuk perdamaian sekaligus menanam 1.000 bibit pohon.

Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu 20 September 2026. 

Panitia menargetkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah, termasuk pelari dari luar negeri.

Baca juga: 36 Pelari Ambil Bagian Dalam Maybank Marathon Run For Charity 2026 Di Bali

Kegiatan ini mengusung gerakan kesadaran bertajuk "Doa Sambil Berjalan". 

Konsep tersebut memadukan olahraga, kepedulian terhadap lingkungan, serta upaya menggerakkan potensi ekonomi masyarakat Desa Sudaji.

Ketua Panitia Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Ketut Susana, mengatakan konsep kegiatan dirancang untuk menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda. 

Peserta akan melewati jalur yang berada di tengah lingkungan alami Sudaji, sekaligus diajak menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.

"Kedamaian dimulai dengan satu langkah. Dari jantung dataran tinggi Sudaji, kami ingin menyalakan cahaya perdamaian untuk Bali dan dunia," kata Susana saat konferensi pers, Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurut Susana, kegiatan ini memiliki tiga pilar utama, yakni Murni Tanpa Plastik, Unik dengan Bahan Organik, dan Mengutamakan Kasih. 

Ketiga konsep tersebut diterapkan melalui berbagai aspek pelaksanaan fun run.

Konsep bebas plastik diterapkan dengan mewajibkan peserta membawa tumbler pribadi. 

Panitia tidak menyediakan air minum dalam botol sekali pakai di sepanjang rute, tetapi menyiapkan tiga titik pengisian ulang air minum.

Sementara konsep bahan organik terlihat dari rute yang melintasi kebun organik warga dan jalur subak tradisional. 

Medali yang diberikan kepada peserta yang mencapai garis finis juga dibuat menggunakan bahan alami, seperti kayu jati dan bambu, yang dikerjakan secara manual oleh perajin lokal Sudaji.

"Ini bentuk apresiasi kami kepada bumi dan perajin. Tidak ada plastik, tidak ada limbah," ujar Susana.

Keunikan lain terdapat pada sistem perlombaan. Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 tidak menerapkan perebutan posisi juara pertama, kedua maupun ketiga.

Seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan rute hingga garis finis akan mendapat predikat sebagai "Juara Perdamaian". 

Konsep tersebut menjadi bagian dari pesan kegiatan yang lebih mengutamakan kebersamaan dan kasih daripada persaingan.

Selain menargetkan 1.000 peserta, panitia juga menyiapkan aksi penanaman 1.000 bibit pohon keras dan pohon buah. 

Penanaman dijadwalkan dilakukan di Taman Perdamaian Sudaji pada hari pelaksanaan kegiatan.

Aksi tersebut diharapkan menjadi bentuk penerapan Nangun Sat Kerthi Loka Bali di tingkat desa. 

Masyarakat tidak hanya diajak menjaga lingkungan, tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan yang dapat memperkenalkan potensi alam serta menggerakkan ekonomi lokal.

Panitia juga mengundang Gubernur Bali, Bupati Buleleng, Camat Sawan hingga Perbekel Sudaji untuk berlari bersama masyarakat sejauh 1 kilometer. 

Para pejabat yang hadir juga diajak membawa satu bibit pohon untuk ditanam bersama di Taman Perdamaian Sudaji.

"Kami mengajak para pemimpin memberi teladan nyata. Hadir, berlari, menanam, dan bersama-sama menjaga bumi," kata Susana.

Sebelum bendera start dikibarkan, peserta juga akan diajak mengikuti meditasi singkat. 

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari konsep "Doa Sambil Berjalan" yang ingin membawa pesan perdamaian dari Sudaji.

"Kita tidak bisa melindungi Bali hanya dari balik meja kantor. Kita menyelamatkan Bali dengan berlari, bercocok tanam, dan mencintai tanah kita. Bersatu dalam tujuan. Bersatu untuk Bali," pungkasnya. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.