Israel Diduga Pancing Turki Masuk Konflik, Serangan ke Pangkalan Suriah Picu Ketegangan Baru
Fitriadi August 24, 2026 10:27 AM

BANGKAPOS.COM - Serangan Israel terhadap sebuah pangkalan militer di Suriah utara memunculkan dugaan bahwa Tel Aviv berupaya meningkatkan tekanan terhadap Turki.

Serangan tersebut terjadi di Pangkalan Udara Abu Duhur pada Selasa (18/8), wilayah yang berada di dekat area yang menjadi perhatian Ankara.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, Tom Barrack, menyebut kemungkinan bahwa Israel sengaja melakukan serangan untuk memancing Turki menjadi salah satu teori yang muncul di balik insiden tersebut.

Menurutnya, langkah itu bahkan dapat berkaitan dengan dinamika politik Turki menjelang pemilihan umum.

Israel sebelumnya menyatakan bahwa Turki berencana menempatkan pasukan di Pangkalan Abu Duhur. Tel Aviv menilai keberadaan pasukan Turki di lokasi tersebut berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keamanan Israel.

Baca juga: Ketegangan Memanas, Pesawat Tanker Amerika Tinggalkan Bulgaria di Tengah Ancaman Serangan - Video

Akan tetapi, Barrack mempertanyakan dasar klaim tersebut. Ia mengatakan informasi intelijen Amerika Serikat tidak memperlihatkan adanya rencana Turki untuk mengerahkan pasukan ke pangkalan di Suriah tersebut.

Kemungkinan lain yang disampaikan Barrack adalah adanya kesalahpahaman atau miskomunikasi di antara unsur militer Israel, Mossad, dan kantor perdana menteri.

Barrack juga mengungkapkan bahwa Kepala Mossad Roman Gofman sempat melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Suriah sebelum serangan berlangsung. Pertemuan tersebut dilaporkan berlangsung sekitar dua jam dan membahas kekhawatiran Israel mengenai aktivitas Turki di Suriah.

Pihak Israel sendiri membantah anggapan bahwa serangan tersebut dilakukan tanpa peringatan. Tel Aviv mengklaim telah menyampaikan peringatan kepada pemerintah Suriah sebelum mengambil tindakan.

Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan serangan akhirnya disetujui setelah peringatan yang diberikan tidak memperoleh tanggapan. Katz sekaligus membantah pernyataan Barrack dan menilai terdapat banyak bagian yang tidak akurat dalam keterangannya.

Di tengah perbedaan pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar menegaskan bahwa Israel tidak memiliki keinginan untuk membawa hubungan dengan Turki menuju eskalasi terbuka.

Meski demikian, hubungan Ankara dan Tel Aviv memang semakin memburuk seiring meningkatnya persaingan dan aktivitas militer di Suriah.

Turki bahkan kembali mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pemerintah Netanyahu kemudian menuding Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berusaha memperluas tekanan terhadap Israel hingga ke wilayah Suriah.

Ankara sendiri telah membantah adanya rencana untuk mengirim pasukan ke Pangkalan Abu Duhur. Namun, pemerintah Suriah mengakui bahwa sejumlah perwira Turki memang sempat mengunjungi pangkalan tersebut.

Perkembangan ini membuat Suriah berpotensi menjadi arena baru perselisihan antara Turki dan Israel. Jika ketegangan kedua negara terus meningkat, situasi tersebut dapat menambah kompleksitas konflik di kawasan Timur Tengah.

(Bangkapos.com/YouTube)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.