Liputan6.com, Jakarta - Sepatu yang basah setelah terkena hujan atau digunakan saat aktivitas di luar rumah sering kali membuat bingung, terutama ketika Anda tidak punya banyak waktu untuk mengeringkannya. Memasukkan sepatu langsung ke dalam rak memang terasa praktis, tetapi kebiasaan tersebut justru dapat membuat kelembapan terperangkap dan akhirnya menimbulkan bau tidak sedap. Karena itu, cara menyimpan sepatu basah agar tidak bau perlu dilakukan dengan langkah yang tepat sejak awal, bukan sekadar mengandalkan pewangi sepatu.
Masalahnya, bau pada sepatu tidak selalu muncul ketika sepatu masih terlihat basah, tetapi dapat terasa beberapa jam kemudian ketika kelembapan bercampur dengan keringat, kotoran, dan kondisi minim sirkulasi udara. Dengan sedikit perhatian sebelum sepatu disimpan, Anda sebenarnya bisa mengurangi risiko bau sekaligus menjaga bahan sepatu agar tidak cepat rusak. Beberapa langkah sederhana seperti melepas sol, menyerap air, memberikan sirkulasi udara, hingga memastikan sepatu benar-benar kering dapat membuat perbedaannya cukup besar.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuka tali sepatu dan mengeluarkan sol bagian dalam jika bagian tersebut dapat dilepas. Cara ini membuat area yang biasanya tertutup menjadi lebih terbuka sehingga udara dapat menjangkau bagian dalam sepatu dengan lebih baik. Sol bagian dalam juga sering menyimpan cukup banyak air dan keringat, sehingga membiarkannya tetap berada di dalam sepatu dapat memperlambat proses pengeringan secara keseluruhan. Letakkan tali dan sol di tempat terpisah agar masing-masing bagian dapat mengering secara optimal.
Selain membantu proses pengeringan, langkah ini juga membuat Anda lebih mudah mengetahui bagian sepatu mana yang masih lembap. Perhatikan terutama bagian ujung sepatu, area tumit, jahitan, serta bagian bawah lidah sepatu karena air dapat tertahan di celah tersebut. Jika sol sudah terlalu basah, jangan langsung memasukkannya kembali setelah permukaan luar terlihat kering. Biarkan sol mengering secara terpisah sebelum dipasang kembali agar kelembapan tidak kembali terperangkap di dalam sepatu.
Setelah bagian sepatu yang dapat dilepas sudah dikeluarkan, gunakan handuk atau kain kering untuk menyerap air yang masih menempel pada permukaannya. Anda tidak perlu menggosok dengan keras karena tujuan utama langkah ini adalah mengangkat air sebanyak mungkin tanpa merusak material sepatu. Tekan kain secara perlahan pada bagian yang basah, kemudian ulangi beberapa kali sampai air yang terlihat mulai berkurang. Cara sederhana ini dapat membantu mempercepat proses pengeringan berikutnya.
Untuk sepatu yang terkena hujan cukup deras, perhatikan bagian dalam karena air sering masuk melalui celah di sekitar lidah dan jahitan. Anda dapat menggunakan kain berukuran lebih kecil untuk menjangkau area tersebut, selama tidak memaksa atau merusak bentuk sepatu. Hindari memeras, memelintir, atau menekuk sepatu secara berlebihan karena beberapa material dapat berubah bentuk ketika mendapatkan tekanan saat kondisinya basah. Setelah air berlebih berkurang, barulah lanjutkan ke tahap pengeringan dengan udara.

Memasukkan kertas bersih ke bagian dalam sepatu merupakan cara sederhana untuk membantu menyerap kelembapan yang sulit dijangkau oleh kain. Kertas dapat membantu menarik air dari bagian dalam sekaligus mempertahankan bentuk sepatu selama proses pengeringan. Masukkan kertas secukupnya tanpa memadatkannya terlalu keras, karena ruang kosong tetap diperlukan agar udara dapat bergerak di dalam sepatu. Jika kertas sudah terasa lembap, segera keluarkan dan ganti dengan kertas kering.
Anda dapat mengulangi proses tersebut beberapa kali, terutama ketika sepatu dalam kondisi sangat basah setelah kehujanan. Namun, pastikan kertas yang digunakan bersih dan tidak mudah luntur agar tidak meninggalkan noda pada bagian dalam sepatu. Jika memiliki pilihan, gunakan kertas polos atau bahan penyerap yang aman untuk sepatu. Setelah kelembapan berkurang secara signifikan, biarkan sepatu tetap terbuka agar proses pengeringan berlangsung lebih sempurna sebelum akhirnya disimpan.
Sirkulasi udara merupakan salah satu faktor penting ketika Anda ingin mengeringkan sepatu sebelum menyimpannya. Letakkan sepatu di tempat yang kering dan memiliki aliran udara, misalnya area terbuka yang teduh atau ruangan dengan ventilasi cukup baik. Posisi sepatu sebaiknya dibuat terbuka agar udara dapat masuk ke bagian dalam dan membantu mengurangi kelembapan. Jangan menumpuk sepatu basah dengan barang lain karena kondisi tersebut dapat membuat proses pengeringan menjadi jauh lebih lambat.
Jika menggunakan kipas, arahkan aliran udara ke sekitar sepatu sehingga kelembapan dapat lebih cepat terbawa keluar. Kipas tidak harus ditempatkan terlalu dekat, karena yang terpenting adalah menciptakan pergerakan udara yang cukup di sekitar sepatu. Selama proses ini, jangan buru-buru memasukkan sepatu ke rak hanya karena bagian luarnya sudah terlihat kering. Bagian dalam sering membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar kering, sehingga pemeriksaan menyeluruh tetap diperlukan sebelum penyimpanan.

Menjemur sepatu di bawah sinar matahari memang dapat membantu mengurangi kelembapan, tetapi paparan panas yang terlalu kuat dan terlalu lama berpotensi memberikan masalah baru. Beberapa bahan sepatu dapat mengalami perubahan warna, menjadi lebih kaku, atau mengalami kerusakan pada bagian tertentu ketika terkena panas berlebihan. Lem pada sepatu juga dapat terpengaruh apabila sepatu terus-menerus mendapatkan suhu tinggi, terutama jika proses tersebut dilakukan berulang kali.
Sebagai alternatif, pilih tempat yang terang dan memiliki sirkulasi udara baik tetapi tidak memberikan paparan panas ekstrem secara langsung. Posisi sepatu juga sebaiknya tidak diletakkan di permukaan yang sangat panas karena panas dari bawah dapat memengaruhi material sepatu. Jika ingin menggunakan sinar matahari, lakukan secara seperlunya dan tetap perhatikan kondisi material. Tujuan utama pengeringan bukan membuat sepatu cepat panas, melainkan mengurangi air dan kelembapan tanpa mengorbankan kondisi sepatu.
Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah menyimpan sepatu ketika bagian luarnya sudah terlihat kering, padahal bagian dalam masih terasa lembap. Kondisi tersebut dapat membuat kelembapan tertahan di dalam ruang tertutup dan meningkatkan kemungkinan munculnya bau. Karena itu, periksa kembali bagian dalam sepatu dengan menyentuh area ujung, tumit, bagian bawah lidah, serta sekitar jahitan. Jika masih terasa dingin atau lembap, sebaiknya proses pengeringan dilanjutkan.
Jangan hanya mengandalkan tampilan untuk menentukan apakah sepatu sudah siap disimpan karena material tertentu dapat menyimpan air tanpa menunjukkan tanda yang jelas dari luar. Sol bagian dalam juga perlu dipastikan benar-benar kering sebelum dikembalikan ke tempatnya. Setelah seluruh bagian terasa kering dan tidak ada kelembapan yang tersisa, sepatu baru lebih aman dimasukkan ke rak. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi bau sekaligus menjaga kondisi bagian dalam sepatu tetap nyaman ketika digunakan kembali.

Setelah sepatu benar-benar kering, Anda dapat menggunakan penyerap kelembapan untuk membantu menjaga kondisi ruang penyimpanan tetap kering. Silica gel yang memang ditujukan untuk kebutuhan penyimpanan dapat ditempatkan di dekat sepatu, terutama jika rak berada di ruangan yang cenderung lembap. Penyerap kelembapan bukan pengganti proses pengeringan, tetapi dapat menjadi langkah tambahan untuk membantu mengendalikan kelembapan selama sepatu disimpan.
Pastikan produk penyerap kelembapan digunakan sesuai petunjuk pada kemasannya dan tidak ditempatkan dengan cara yang berisiko merusak sepatu. Anda juga perlu memperhatikan kondisi penyerap tersebut secara berkala karena beberapa produk memiliki kapasitas penyerapan yang terbatas. Jika sudah tidak efektif, ganti atau lakukan perawatan sesuai petunjuk produk. Dengan begitu, fungsi penyerap kelembapan dapat berjalan sebagai bagian dari kebiasaan penyimpanan, bukan sekadar digunakan ketika sepatu sudah telanjur bau.
Kotak tertutup memang dapat membantu melindungi sepatu dari debu, tetapi tempat tersebut bukan pilihan ideal untuk sepatu yang masih basah atau lembap. Ketika sepatu yang belum kering dimasukkan ke ruang tertutup, udara lembap menjadi sulit keluar sehingga proses pengeringan berhenti. Kondisi tersebut dapat membuat bau lebih mudah muncul dan dalam keadaan tertentu juga membuat bagian dalam sepatu terasa pengap ketika kembali digunakan.
Sebelum memasukkan sepatu ke dalam kotak, pastikan seluruh bagiannya sudah kering dan tidak ada tanda kelembapan yang tersisa. Jika memungkinkan, berikan ruang yang cukup di dalam tempat penyimpanan agar sepatu tidak berhimpitan dengan sepatu lain. Rak dengan ventilasi juga dapat menjadi pilihan yang lebih praktis untuk sepatu yang sering digunakan. Dengan membiasakan sepatu benar-benar kering sebelum disimpan, Anda tidak hanya mengurangi risiko bau, tetapi juga membantu menjaga sepatu tetap lebih awet.
Sebaiknya tidak, karena kelembapan yang terperangkap di ruang penyimpanan dapat membuat sepatu lebih mudah berbau dan sulit kering.
Serap air berlebih dengan kain, keluarkan sol, isi bagian dalam dengan kertas, lalu letakkan sepatu di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
Boleh dalam kondisi tertentu, tetapi hindari paparan panas berlebihan karena dapat memengaruhi warna, material, bentuk, atau bagian lem sepatu.
Bau dapat tetap muncul karena bagian dalam sepatu masih menyimpan kelembapan, keringat, atau kotoran yang sebelumnya belum dibersihkan dengan baik.
Silica gel dapat membantu mengurangi kelembapan selama penyimpanan, tetapi tetap tidak menggantikan proses pengeringan dan pembersihan sepatu.