TRIBUNTRENDS.COM - Gempa Flores tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah warga dan menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada sejumlah infrastruktur, termasuk akses jalan.
Salah satu kerusakan terjadi di Desa Meken Detun, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dikutip dari Youtube TRIBUNFLORES.COM pada Minggu (23/8/2026), sejumlah titik di ruas jalan desa tersebut mengalami keretakan cukup parah.
Baca juga: Raffi Ahmad Datangi Desa Sade Lombok NTT yang Kebakaran, Sebut Penyambung Aspirasi Warga ke Presiden
Di beberapa bagian, badan jalan bahkan terbelah hingga membentuk rongga yang memperlihatkan tanah di bawahnya.
Retakan besar juga tampak di sisi jalan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian badan jalan menyempit dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Kendaraan warga maupun mobil yang membawa bantuan harus melaju dengan sangat hati-hati saat melewati ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Menurut warga setempat, kerusakan jalan tersebut terjadi setelah wilayah itu diguncang gempa utama dan sejumlah gempa susulan.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, warga memasang tanda peringatan sederhana menggunakan ranting pohon di sekitar bagian jalan yang mengalami kerusakan.
Tanda tersebut dipasang agar pengendara tidak melintasi bagian jalan yang retak dan memilih jalur alternatif yang masih dapat dilalui.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap ruas jalan tersebut.
Pasalnya, jalan itu menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi bantuan bagi warga terdampak gempa.
Kerusakan infrastruktur jalan tersebut menjadi perhatian karena apabila tidak segera ditangani, kondisi jalan yang semakin memburuk dapat menghambat aktivitas warga maupun proses penyaluran bantuan pascabencana.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Gempa tersebut berpusat di koordinat 8,33 Lintang Selatan (LS) dan 121,32 Bujur Timur (BT), atau sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Gempa yang tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 10 kilometer itu menimbulkan dampak bagi masyarakat di sejumlah wilayah Flores.
Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan dan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan luka, duka, serta trauma mendalam bagi warga yang terdampak.
Sejumlah masyarakat hingga kini masih harus menghadapi dampak gempa, termasuk kerusakan tempat tinggal dan fasilitas umum yang menjadi penunjang aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat proses pemulihan pascagempa menjadi tantangan bagi masyarakat maupun pemerintah.
Selain penanganan kerusakan fisik, pemulihan kondisi psikologis warga juga menjadi bagian penting dalam upaya penanganan pascabencana.
(TribunTrends.com)