Isinya Uang Donasi Warga, Rekening AMPB Supriyono Diblokir, Sindir Duit Koruptor: Masa Negara Takut?
ninda iswara August 24, 2026 11:08 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, buka suara terkait pemblokiran rekening Bank Mandiri miliknya yang berisi dana sekitar Rp80,9 juta. Rekening tersebut disebut diblokir ketika Botok tengah melakukan sosialisasi sekaligus penggalangan donasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Sabtu (22/8/2026).

Botok menduga pemblokiran tersebut berkaitan dengan rencana aksi bersama aktivis lintas daerah yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu.

Dana Rp80,9 Juta Disebut untuk Operasional Aksi

Aliansi tersebut berencana menggelar unjuk rasa di Jakarta pada 27 Agustus 2026. Mereka membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset serta memberlakukan hukuman mati bagi koruptor.

Menanggapi pemblokiran rekening, Bank Mandiri disebut menyampaikan bahwa tindakan tersebut dilakukan atas instruksi aparat penegak hukum. Namun, Botok mempertanyakan alasan tersebut. Menurut dia, dana yang berada di rekening bukan berasal dari tindak pidana.

"Ya itu kurang tepat karena nominal uangnya kan cuma Rp80 juta. Itu uang pribadi saya dan uang donasi dari teman-teman saya," ujar Botok, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube Tribun Jateng, Senin (24/8/2026).

Ia menilai pemblokiran rekening tersebut menjadi hal yang janggal karena dana yang dibekukan hanya sekitar Rp80 juta.

"Uang koruptor ratusan miliar ya cuma uang Rp80 juta diblokir kan aneh," katanya.

Baca juga: Akun IG Cabinet Couture yang Kerap Ulas Gaya Hidup Mewah Pejabat Diblokir, Pemilik Akun Tak Gentar

Akun TikTok dan WhatsApp Ikut Diblokir

Botok juga mengungkap adanya tekanan lain yang dialaminya. Selain rekening Bank Mandiri, ia menyebut akun TikTok dan WhatsApp miliknya turut mengalami pemblokiran secara beruntun.

Meski menghadapi sejumlah hambatan, Botok mengaku justru mendapat dukungan dari masyarakat di Jakarta. Salah satu bentuk solidaritas datang dari seorang pengemudi ojek daring yang secara spontan menyerahkan seluruh uang yang ada di dompet serta jam tangannya.

Botok menyebut dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap perjuangan yang sedang mereka lakukan.

Tegaskan Aksi Tetap Damai dan Kondusif

Botok memastikan pihaknya tetap akan mengawal aspirasi masyarakat melalui aksi yang tertib. Ia menegaskan kedatangan massa dari Pati ke Jakarta bukan untuk membuat kerusuhan.

"Kami di Jakarta ini kan tidak mau, tidak ingin membuat kerusuhan. Kami di Jakarta itu mengawal aspirasi rakyat Indonesia," ujar Botok.

Ia mengatakan masyarakat Pati akan mendukung gerakan tersebut bersama kelompok dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan wilayah Jabodetabek lainnya.

"Saya harap untuk 27 Agustus semoga kegiatannya lancar. Kita sudah sepakat masyarakat Pati itu datang ke Jakarta mendukung gerakan teman-teman dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Jabodetabek dengan cara yang tertib, damai, aman, kondusif," katanya.

Terkait kemungkinan mendatangi kantor pusat Bank Mandiri untuk mempertanyakan pemblokiran rekening, Botok mengatakan pihaknya belum mengambil keputusan.

"Belum ada konsolidasi terkait itu. Yang penting kita fokus bagaimana caranya teman-teman ini dari Pati bisa lancar ke Jakarta," ujarnya.

Botok juga menanggapi anggapan bahwa pemblokiran tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap gerakan mereka.

"Ya terlalu apa ya? Enggak sih. Masa negara takut sama kita ya? Negara itu curiga yang terlalu berlebihan lah," kata Botok sambil tertawa.

(TribunTrends)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.