SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan tiba di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026) siang, di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Informasi kedatangan Presiden Prabowo disampaikan Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman.
"RI 1 dijadwalkan siang hari ini tiba di Bandara SMB II Palembang," kata Sudirman.
Namun, hingga Senin pagi belum diketahui secara pasti waktu kedatangan maupun lokasi dan agenda Presiden selama berada di Palembang.
Setelah menyelesaikan agenda di Sumatera Selatan, Prabowo dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Jambi.
Titik Panas Turun
Titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) masih terpantau tinggi. Setelah mengalami lonjakan tajam dalam beberapa hari terakhir, jumlah hotspot pada Senin (24/8/2026) tercatat sebanyak 1.344 titik.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Minggu (23/8/2026), hotspot di Sumsel mencapai 1.742 titik.
Sebelumnya, jumlah hotspot juga terus meningkat. Pada Sabtu (22/8/2026), tercatat sebanyak 600 titik, naik dari 449 titik pada periode sebelumnya.
Dengan demikian, meski terjadi penurunan pada Senin, jumlah hotspot masih menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu diwaspadai.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan kondisi sebaran hotspot menjadi perhatian dalam upaya penanganan karhutla di Sumsel.
"Berdasarkan peta sebaran hotspot Sumsel yang diperbarui Senin (24/8/2026) pukul 05.00 WIB, sejumlah wilayah menjadi penyumbang hotspot terbanyak. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat jumlah tertinggi dengan 488 titik," kata Sudirman, Senin (24/8/2026).
Setelah OKI, hotspot terbanyak tercatat di Musi Banyuasin sebanyak 271 titik, Muara Enim 167 titik, Banyuasin 128 titik, dan Musi Rawas 34 titik.
Hotspot juga terpantau di sejumlah daerah lainnya, seperti Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam, Prabumulih, Palembang dan wilayah lainnya.
Dari total 1.344 hotspot tersebut, sebanyak 1.054 titik berada di kawasan mineral, sedangkan 290 titik berada di kawasan gambut.
Sudirman mengatakan tingginya jumlah hotspot menjadi sinyal kewaspadaan bagi seluruh pihak.
Kondisi musim kemarau dengan cuaca panas dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan kawasan yang rawan terbakar.
Masyarakat diminta ikut berperan dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Sementara itu, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan di wilayah yang terdeteksi memiliki potensi karhutla.