SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Kali ini, karhutla mengancam kawasan Tol Kayuagung-Palembang (Kapal), tepatnya di Kilometer 356, Desa Simpang Empat, Kecamatan Jejawi, Senin (24/8/2026) pagi.
Kepungan api dan asap tebal sempat mengancam jalur bebas hambatan dan berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Tim gabungan langsung bergerak ke lokasi setelah mendapat laporan adanya titik api. Personel Babinsa Koramil 402-03/SP Padang bersama Polri dan Manggala Agni berjibaku melakukan pemadaman.
Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono mengatakan api membakar lahan semak belukar seluas kurang lebih 4 hektare.
"Tim gabungan bahu-membahu memompa air dan melakukan penyekatan (lokalisir) agar kobaran api tak menjalar makin liar," ujarnya.
Menurut Gunawan, kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam mencegah karhutla meluas, terlebih lokasi kebakaran berada dekat fasilitas umum strategis.
"Begitu mendapat laporan adanya titik api di dekat Tol KM 356, personel langsung bergerak turun," katanya.
Sinergi antara TNI, Polri dan Manggala Agni memungkinkan api segera dilokalisir sebelum membahayakan warga maupun arus lalu lintas di jalan tol.
Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipastikan tidak meluas ke kawasan sekitar.
Gunawan juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Kami mengimbau keras agar tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara dibakar. Dampaknya sangat merugikan dan bahayakan banyak pihak," tegasnya.
Sementara itu, Manager Operasional Ruas Kapal PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) Sabdo Harimurti meminta pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di lokasi yang terdampak asap.
"Kurangi kecepatan, jaga jarak aman antar kendaraan, dan nyalakan lampu utama bila diperlukan," kata Sabdo.
Pengendara juga diminta mematuhi informasi dan rambu-rambu peringatan serta mengikuti arahan petugas yang bersiaga di lapangan.
PT WST mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan ceroboh yang berpotensi memicu kebakaran.
Apabila menemukan titik api atau kejadian karhutla, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Satgas Karhutla atau instansi terkait agar dapat ditangani secepatnya.
Sabdo menegaskan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas PT WST.
"Kami memastikan akan terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas di sepanjang jalan tol Kayuagung-Palembang," tutupnya.