PBVSI Banda Aceh Tolak Pengambilalihan Pelaksanaan Pra PORA Bola Voli 2026 oleh KONI Aceh
Faisal Zamzami August 24, 2026 12:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Banda Aceh menolak wacana pengambilalihan pelaksanaan Pra PORA Bola Voli 2026 oleh KONI Aceh.

PBVSI Kota Banda Aceh mengaku telah menyiapkan tim untuk menghadapi Pra PORA. Namun, mereka hanya akan mengirimkan tim apabila ajang tersebut dilaksanakan oleh induk organisasi, yakni PBVSI Aceh.

Sekretaris Umum PBVSI Kota Banda Aceh, Nursaady, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan seleksi pemain setelah menerima surat terkait jadwal Pra PORA dari PBVSI Aceh.

Seleksi pemain tersebut telah dilaksanakan sejak 2025 melalui open seleksi terbuka.

Setelah para pemain terpilih dan ditetapkan, PBVSI Banda Aceh melanjutkan persiapan dengan menggelar latihan menuju Pra PORA Bola Voli.

"Lalu dilanjutkan dengan latihan untuk persiapan menuju Pra PORA Bola Voli setelah para pemain terpilih dan ditetapkan," kata Nursaady.

Ia mengatakan, PBVSI Banda Aceh akan menurunkan tim pada seluruh nomor yang dipertandingkan, yakni bola voli indoor putra dan putri serta bola voli pasir putra dan putri.

"Alhamdulillah, seluruh tim sudah siap, bahkan sudah didaftarkan serta sudah lulus verifikasi pemain yang dilaksanakan oleh panitia pelaksana Pra PORA PBVSI Aceh," ujarnya.

Baca juga: PBVSI Restui KONI Aceh Gelar Pra PORA Bola Voli

Namun, akibat tertundanya pelaksanaan Pra PORA Bola Voli, para pemain akhirnya dikembalikan ke klub masing-masing.

Mereka akan kembali dipanggil apabila jadwal Pra PORA kembali dilaksanakan oleh PBVSI Aceh.

Terkait adanya upaya pengambilalihan pelaksanaan Pra PORA Bola Voli oleh KONI Aceh, Nursaady menegaskan PBVSI Banda Aceh menolak langkah tersebut.

"PBVSI Aceh menolak pengambilalihan oleh KONI Aceh terkait pelaksanaan Pra PORA Bola Voli. Maka kami yang bernaung di bawah PBVSI Aceh juga tunduk dan patuh dengan perintah dari PBVSI Aceh selaku induk organisasi," kata Nursaady.

"Hal ini penting demi berjalannya tertib organisasi secara baik dan profesional sesuai AD/ART organisasi," tambah Nursaady yang dikenal sebagai tokoh muda tersebut.

Menanggapi pernyataan Ketua KONI Banda Aceh, Heri Julius, yang menyebut pihaknya siap menurunkan tim pada Pra PORA Bola Voli, Nursaady meminta KONI Banda Aceh menahan diri dan memberikan tanggung jawab pelaksanaan ajang tersebut kepada PBVSI Aceh.

Menurut Nursaady, kabar tersebut juga telah dibantah oleh Ketua Umum PBVSI Aceh, Mawardi Ali.

PBVSI Banda Aceh juga meminta seluruh pengurus, pelatih, wasit, dan pemain agar tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

Nursaady menegaskan, jika ada pengurus, pelatih, wasit, maupun pemain yang mengatasnamakan PBVSI Banda Aceh dalam kegiatan tersebut, maka akan ada konsekuensi berupa sanksi organisasi.

"Berani berbuat harus berani menerima konsekuensi. Sejak awal kita sudah ingatkan," tutup Nursaady. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.