TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi ancaman Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih berlangsung, Puskesmas Bomberai meminta tambahan masker untuk dibagikan kepada warga.
Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Bomberai, Abdul Azis Alzubaidy, kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Papua Barat, Senin (24/8/2026).
“Memang dari temuan kami, meski Karhutla masih terjadi, alhamdulillah kondisi kesehatan masyarakat relatif baik. Permintaan masker ini sebagai langkah antisipasi,” jelasnya.
Menurut Abdul Azis, selama Karhutla pihaknya rutin membagikan masker kepada masyarakat.
Baca juga: Bupati Fakfak Serukan 10 Imbauan Penting Cegah Karhutla Bomberai-Tomage
Namun kini persediaan masker di Puskesmas Bomberai mulai menipis.
“Kami membutuhkan tambahan stok dari Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak dan akan segera bersurat untuk itu,” terangnya.
Ia menambahkan, meski kasus ISPA tidak melonjak signifikan selama musim kemarau lebih dari tiga bulan, langkah pencegahan tetap digalakkan.
“Selain ISPA, dari daftar 10 penyakit menonjol di Puskesmas Bomberai terlihat jelas ada gastritis dan lainnya,” ungkapnya.
Abdul Azis juga menyoroti krisis air yang dialami masyarakat akibat kemarau panjang.
“Sudah sekitar sebulan lebih tidak turun hujan. Alhamdulillah, sudah ada satu sumur bor untuk Puskesmas Bomberai sehingga pelayanan air bersih tetap berjalan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Bukan hanya mengonsumsi air bersih yang cukup, tetapi juga tidak membuang hajat sembarangan. Pokoknya mari biasakan perilaku hidup bersih dan sehat,” imbaunya.