Warga Cerita Detik-detik Tawuran Celurit di Pantura Cirebon: Semua Lari, Warung Sampai Dikunci
taufik ismail August 24, 2026 01:17 PM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kepanikan melanda warga saat tawuran bersenjata tajam pecah di jalur Pantura, Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Suasana jalanan yang biasanya dipadati kendaraan mendadak berubah ketika gerombolan pelajar terlibat aksi tawuran sambil membawa celurit dan senjata tajam berukuran panjang.

Warga yang berada di sekitar lokasi pun memilih menyelamatkan diri. Aktivitas di sejumlah tempat usaha ikut dihentikan karena khawatir menjadi sasaran.

Sulasih (60), pemilik Rumah Makan Pring Asih yang berada di sekitar lokasi, masih mengingat kepanikan saat tawuran terjadi.

Ia mengaku langsung takut ketika melihat sejumlah orang membawa pedang dan celurit.

“Ya paniklah, orang pada bawa pedang semua, pada panik semua. Lagian takut juga lihat pedang segini-segini tuh. Siapa yang nggak tegang coba?” ujar Sulasih saat ditemui media, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, senjata tajam yang dibawa para pelaku berukuran panjang sehingga membuat warga semakin khawatir.

“Anak-anak, celurit yang dibawa. Orang apa-apa segini gedenya, membawa kayak begitu. Orang enggak punya jiwa, mati atau hidup, kayak tidak ada rasa,” ucapnya.

Sulasih mengatakan, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berlarian ketika melihat aksi tersebut.

“Ya kan pada diserang, ya pada larilah! Pada takut, wong cuma orangnya banyak. Yang diserang sedikit, ya pada takut,” jelas dia.

Warung Dikunci karena Takut Jadi Sasaran

Sulasih saat itu berada di sekitar jalan dan melihat langsung kepanikan warga. Ia mengatakan, warga berusaha menjauh dari lokasi tawuran.

Bahkan, warung miliknya ikut diamankan dengan cara ditutup dan dikunci.

“Berhenti semua, Pak! Kalau pembeli saya masuk ke warung, kan ya nanti kalau masuk ke warung kan jadi sasaran,” katanya.

Menurut Sulasih, kondisi tersebut membuat warga tidak berani beraktivitas seperti biasa.

Ia juga mendengar kendaraan angkutan umum ikut berhenti karena situasi di jalan dianggap membahayakan.

“Angkot juga pada berhenti katanya. Itu dibelokkan, berhenti semua sampai Pasar sana ya takut,” ujarnya.

Dalam kesaksiannya, Sulasih juga menceritakan adanya warga yang terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.

“Kalau di tempat sini berantem. Tuh Pak, mana pedang panjang-panjang,” ucap Sulasih.

“Anak sekolah banyak banget. Sampai ada yang orang di situ, di depan belokan, orangnya sampai ambruk karena larinya saking kencangnya,” sambung Sulasih.

Ia mengatakan, orang tersebut sempat tumbang dan kesulitan bangkit karena terus berusaha menjauh dari kerumunan.

Warga Khawatir Tawuran Terulang

Bagi Sulasih, kejadian tersebut bukan hanya membuat panik, tetapi juga menimbulkan keresahan di tengah warga.

Ia mengaku prihatin karena orang-orang yang terlibat dalam tawuran tersebut masih berusia muda.

“Ya iya, jangan sampai terjadi lagi. Kata saya sih kasihan anak-anaknya sih, Pak. Ya kasihan yang luka-luka tuh,” jelas dia.

Sulasih juga menyoroti peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak terlibat tawuran.

“Kata saya tuh orang tuanya bagaimana, anak-anak kayak begitu tuh, Pak. Sampai takut, takut semua warga,” katanya.

Ia berharap kepolisian meningkatkan patroli di wilayah yang rawan menjadi lokasi berkumpulnya pelajar.

Menurutnya, kehadiran polisi dalam jumlah lebih banyak dapat membuat pelajar berpikir ulang untuk melakukan tawuran.

“Iya, kata saya sih polisinya juga kalau ada anak-anak ya pada patroli lah, lalu anak sekolah begitu diikutin,” ucap Sulasih.

“Kalau polisinya satu dua ya enggak takut. Kalau orangnya banyak, polisinya tuh. Kan kalau sedikit, anak-anaknya enggak takut yang ngeladeni,” sambungnya.

Sulasih berharap patroli kepolisian dilakukan secara rutin sehingga warga tidak lagi dihantui rasa takut ketika beraktivitas di jalur Pantura.

“Kalau polisinya mendampingi sih ya takutlah sedikit-sedikit mah,” jelas dia.

Polisi Amankan Empat Pelajar

Sementara itu, polisi telah mengamankan empat pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tawuran menggunakan senjata tajam yang videonya viral di media sosial.

Keempatnya berinisial WH, SB, DS, dan HD.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa mengatakan, keempat pelajar tersebut diamankan tim gabungan dari sejumlah Polsek di wilayah hukum Polresta Cirebon.

“Gabungan dengan beberapa Polsek yang ada di wilayah Polresta Cirebon, kita melakukan pengamanan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku tawuran yang sedang viral di media sosial,” ujar Putu, Jumat (21/8/2026) malam.

Putu mengatakan, pengamanan dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat.

Keempat pelajar tersebut kemudian menjalani pemeriksaan untuk mengetahui keterlibatan masing-masing dalam aksi tawuran.

“Pengamanan terhadap beberapa diduga pelaku ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang ada di wilayah Cirebon dan kemudian kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Dari pemeriksaan sementara, sejumlah orang yang diamankan disebut telah mengakui perbuatannya.

“Dan pemeriksaan hasil sementara, beberapa orang yang kita amankan sudah mengakui perbuatannya, dan saat ini sedang kita laksanakan proses penyelidikan lebih lanjut untuk dilakukan pengembangan,” sambungnya.

Tawuran Disebut untuk Konten

Polisi juga mengungkap dugaan motif di balik aksi tawuran tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, para pelajar yang diamankan mengaku aksi tersebut dilakukan untuk membuat konten.

“Motifnya itu dari beberapa orang yang kita amankan ini, memang mereka mengakui motifnya itu adalah untuk konten,” jelas Putu.

Polisi menyebut aksi tersebut juga bukan terjadi secara spontan. Para pelajar diduga telah membuat janji sebelum bertemu di jalan dan kemudian melakukan tawuran.

“Perang konten. Jadi mereka janjian ya. Modusnya mereka janjian, kemudian mereka ketemu di jalan, dan melaksanakan kegiatan tersebut," ucapnya. Penyidik belum memastikan jumlah keseluruhan orang yang terlibat dalam tawuran tersebut.

Putu mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap empat pelajar yang telah diamankan.

“Nanti kita masih sedang dalam pengembangan ya. Dalam pengembangan, jadi baru empat orang yang kita minta keterangan. Kemudian untuk selanjutnya kita akan lakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Polisi bahkan membuka kemungkinan jumlah orang yang diamankan bertambah.

“Itu masih kita dalami ya, karena kita baru mengamankan beberapa orang. Ada empat orang tersebut, kita akan dalami dalam beberapa hari,” ujarnya.

“Kemungkinan akan bertambah,” ucapnya.

Baca juga: Pintu Digedor, Pengunjung Tempat Hiburan di Cirebon Dites Urine: Polisi : 3 Orang Positif Narkoba

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.