Keluarga Pendaki Karanganyar Akui Hilang Kontak dengan Korban saat Maghrib, WA Mendadak Tak Aktif
Vincentius Jyestha Candraditya August 24, 2026 01:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kekhawatiran keluarga memuncak ketika komunikasi dengan Dude Kurniawan Pasha (17), pendaki asal Kecamatan Colomadu, Karanganyar, tiba-tiba terputus menjelang Maghrib, Jumat (21/8/2026).

Pesan WhatsApp korban sudah tidak aktif, sementara kabar dari teman-temannya menyebut Dude belum turun dari Gunung Sumbing.

RUMAH DUKA - Suasana rumah duka Dude Kurniawan Pasha (17), di Dusun Krobyongan, RT 04 RW 02, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (23/8/2026). Dude merupakan pendaki yang ditemukan tewas di area puncak Sejati Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung. Pemuda itu sebelumnya sempat dinyatakan hilang setelah terpisah dari dua temannya saat turun dari puncak.
RUMAH DUKA - Suasana rumah duka Dude Kurniawan Pasha (17), di Dusun Krobyongan, RT 04 RW 02, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (23/8/2026). Dude merupakan pendaki yang ditemukan tewas di area puncak Sejati Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung. Pemuda itu sebelumnya sempat dinyatakan hilang setelah terpisah dari dua temannya saat turun dari puncak. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Situasi tersebut membuat keluarga segera meminta bantuan untuk melakukan pencarian. Adik Sri Widodo kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada Basarnas.

Ayah korban, Sri Widodo, mengatakan komunikasi dengan Dude terputus sekitar pukul 18.00 WIB. Keluarga kemudian menghubungi teman-teman korban untuk memastikan keberadaannya.

Baca juga: Tak Direstui Ibu, Pendaki Karanganyar Ini Tetap Nekat Naik ke Sumbing hingga Ditemukan Tak Bernyawa

"Hilang kontak kemarin Jum'at 6 sore, wa-nya sudah tidak aktif, kemudian kami tanya ke temannya namun katanya belum turun, jadi adik saya lapor ke barsarnas langsung menuju ke sana, saya ke sana tunggu di basecamp," kata Sri Widodo, Minggu (23/8/2026).

Keluarga kemudian menuju basecamp untuk menunggu proses pencarian. Namun operasi tidak bisa langsung dilakukan secara maksimal karena kondisi cuaca pada malam hari.

Pencarian akhirnya dihentikan sementara dan dilanjutkan pada pagi hari.

"Karena kondisi cuaca malam dihentikan, kemudian dilanjutkan pagi, dan Alhamdulillah tubuh anak saya bisa cepat ditemukan," jelas dia.

Awalnya Pamit Mendaki Bareng 2 Teman

Dude diketahui mendaki Gunung Sumbing bersama dua teman sekolahnya. Sebelum berangkat, remaja tersebut sebenarnya sempat meminta izin kepada ibunya.

Namun, sang ibu keberatan karena di rumah terdapat sejumlah agenda kegiatan dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Baca juga: Isak Tangis Pecah saat Pemakaman Pendaki Karanganyar Tewas di Sumbing, Sang Ibunda Harus Dibopong

"Mas dude sempat ijin, namun ibunya keberatan karena di rumah banyak agenda agustusan, dia tapi sudah terlanjur pergi," ungkap dia.

Dude akhirnya tetap berangkat bersama dua temannya yang merupakan kawan sekolah sejak SMP.

"Dia naik sama teman sekolahnya," kata dia.

Sebelum peristiwa tersebut, Dude juga diketahui pernah melakukan pendakian bersama ayahnya ke Bukit Mongkrang.

Baca juga: Kronologi Pendaki Karanganyar Ditemukan Tewas di Sumbing, Sempat Terpisah dari Teman saat Turun

Menurut Sri Widodo, putranya merupakan sosok pendiam dan tidak banyak bergaul.

"Mas Dude orangnya pendiam, tubuhnya kurus, kurang bergaul," katanya.

Setelah ditemukan, jenazah Dude dipulangkan ke rumah duka di Dusun Krobyongan, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu. Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Kauman pada Minggu (23/8/2026) malam.


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.