Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Dude Kurniawan Pasha (17), pendaki asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, ternyata belum memiliki banyak pengalaman mendaki gunung sebelum ditemukan meninggal dunia di Gunung Sumbing, Jawa Tengah.
Ayah korban, Sri Widodo, mengatakan pengalaman mendaki Dude sebelumnya masih terbatas.
Ia pernah mengajak anak bungsunya tersebut mendaki Bukit Mongkrang, namun belum banyak melakukan pendakian ke gunung lainnya.
Kondisi itu membuat kepergian Dude ke Gunung Sumbing menjadi perhatian keluarga. Terlebih, pendakian tersebut dilakukan bersama dua teman sekolahnya.
"Ya (pernah mendaki), tapi dia hanya di Karanganyar saja," kata Sri Widodo, Minggu (23/8/2026).
Menurut Sri Widodo, Dude memang sempat meminta izin kepada ibunya sebelum berangkat ke Gunung Sumbing.
Namun, sang ibu sempat keberatan karena di rumah terdapat sejumlah agenda kegiatan dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Baca juga: Tak Direstui Ibu, Pendaki Karanganyar Ini Tetap Nekat Naik ke Sumbing hingga Ditemukan Tak Bernyawa
"Mas dude sempat ijin, namun ibunya keberatan karena di rumah banyak agenda agustusan, dia tapi sudah terlanjur pergi," ungkap dia.
Dude akhirnya tetap berangkat mendaki bersama dua temannya yang merupakan kawan sekolah sejak SMP.
"Dia naik sama teman sekolahnya," kata dia.
Keluarga kemudian kehilangan kontak dengan Dude pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Pesan WhatsApp korban sudah tidak aktif. Keluarga lalu menghubungi teman-teman Dude untuk mencari informasi mengenai keberadaannya.
"Hilang kontak kemarin Jum'at 6 sore, wa-nya sudah tidak aktif, kemudian kami tanya ke temannya namun katanya belum turun, jadi adik saya lapor ke barsarnas langsung menuju ke sana, saya ke sana tunggu di basecamp," kata dia.
Baca juga: Isak Tangis Pecah saat Pemakaman Pendaki Karanganyar Tewas di Sumbing, Sang Ibunda Harus Dibopong
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pencarian. Namun, kondisi cuaca pada malam hari membuat proses pencarian harus dihentikan sementara dan dilanjutkan pada pagi hari.
"Karena kondisi cuaca malam dihentikan, kemudian dilanjutkan pagi, dan Alhamdulillah tubuh anak saya bisa cepat ditemukan," pungkas dia.
Jenazah Dude kemudian dipulangkan ke rumah duka di Dusun Krobyongan, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu. Ia dimakamkan di TPU Kauman pada Minggu (23/8/2026) malam.