Karhutla Picu Kabut Asap di Biak Numfor, Siswa Sekolah Diliburkan Sementara
Astini Mega Sari August 24, 2026 01:14 PM


Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir menyebabkan asap meluas hingga ke berbagai wilayah di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. 

Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca panas dan angin kencang yang meningkatkan risiko penurunan kualitas udara serta gangguan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sesuai arahan Bupati Markus Mansnembra mengambil langkah pencegahan dengan meliburkan siswa pada seluruh jenjang pendidikan mulai Senin (24/8/2026).

Kamaruddin mengatakan, kondisi asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah perlu mendapat perhatian serius karena dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Baca juga: Biak Dikelilingi 167 Hotspot, Bupati Minta Warga Stop Bakar Lahan

“Menindaklanjuti dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa hari ini, pimpinan daerah memandang perlu untuk mengambil tindakan pencegahan. Khusus untuk bidang pendidikan, bupati meminta agar anak-anak sekolah diliburkan mulai Senin karena sangat rawan bagi pernapasan anak-anak,” kata Kamaruddin saat di temui media, Senin (24/8/2026) 

Kamaruddin menyebut, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak sekolah terkait kebijakan tersebut. Peliburan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar para siswa tidak terpapar asap secara langsung selama kondisi udara belum kembali membaik.

“Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah untuk anak-anak diliburkan,” ujarnya.

Menurut Kamaruddin, kebijakan tersebut diberlakukan sementara sembari pemerintah daerah memantau perkembangan kondisi asap dan cuaca dalam beberapa hari ke depan.

Ia berharap situasi segera membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan secara normal.

Namun, apabila dalam waktu satu pekan kondisi asap belum juga mereda, pemerintah daerah menyiapkan alternatif pelaksanaan pembelajaran secara daring. 

Langkah tersebut dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan meskipun kegiatan belajar mengajar secara tatap muka belum memungkinkan.

Baca juga: Ratusan Hektar Hutan di Papua Tengah Terbakar, Pemprov Tetapkan Satgas Darurat Karhutla

“Kalau dalam sepekan ini situasi asap tidak mereda maka kita akan melakukan pembelajaran secara daring, karena proses belajar mengajar tidak boleh tertunda,” tegasnya.

Selain sektor pendidikan, kondisi cuaca panas disertai angin juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi meningkatkan penyebaran api apabila terjadi kebakaran lahan. 

Asap dari sejumlah titik kebakaran dilaporkan meluas dan berdampak terhadap wilayah lainnya di Biak.

Kamaruddin juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

Kamaruddin berharap dengan peliburan dapat memberikan perlindungan kepada peserta didik dari paparan asap sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Biak Numfor. 

Sampai saat ini pemerintah daerah masih terus melakukan pemantauan titik-titik api di seluruh wilayah di Biak Numfor.

Di sejumlah wilayah di Biak Numfor terpantau masih diselimuti asap akibat kebakaran. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.