Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mendeteksi 203 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Provinsi Lampung pada Minggu (23/8/2026).
Baca juga: Wisatawan Australia Meninggal Dunia Saat Berselancar di Pantai Tanjung Setia
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengatakan titik panas tersebut terpantau melalui sejumlah satelit pemantau, yakni TERRA, AQUA, SNPP, dan NOAA20.
"Pada 23 Agustus 2026, terdeteksi sejumlah titik panas di wilayah Provinsi Lampung. Data tersebut berasal dari pengamatan beberapa satelit," kata Rudi, Senin (24/8/2026).
Berdasarkan data BMKG Lampung, titik panas terdeteksi dalam beberapa waktu pemantauan, mulai dini hari hingga malam.
Pemantauan tercatat pada pukul 01.34 WIB, 01.53 WIB, 09.00 WIB, 12.53 WIB, 14.12 WIB, 14.14 WIB, 16.05 WIB, hingga 21.16 WIB.
Kabupaten Mesuji menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi titik panas cukup tinggi.
Hotspot terpantau antara lain di Kecamatan Mesuji Timur dan Tanjung Raya.
Selain Mesuji, titik panas juga tersebar di Kabupaten Tulang Bawang, Way Kanan, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Utara, Tulang Bawang Barat, Pesisir Barat, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Barat, hingga Kota Bandar Lampung.
Di Kabupaten Tulang Bawang, hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Gedung Meneng, Menggala, dan Dente Teladas. Sementara di Tulang Bawang Barat, titik panas ditemukan di Kecamatan Pagar Dewa dan Tulang Bawang Tengah.
Kabupaten Way Kanan juga menjadi salah satu daerah dengan sebaran hotspot cukup luas.
Titik panas terpantau di Kecamatan Pakuan Ratu, Rebang Tangkas, Bahuga, Baradatu, Blambangan Umpu, dan Umpu Semenguk.
Adapun di Lampung Tengah, hotspot terdeteksi di Kecamatan Bandar Mataram, Way Pangubuan, dan Seputih Surabaya.
Pada pemantauan dini hari menggunakan satelit SNPP, titik panas juga ditemukan di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.
Sementara di Lampung Utara, hotspot terpantau di Kecamatan Bunga Mayang, Hulu Sungkai, dan Sungkai Utara.
"Sebaran titik panas cukup luas dan terdapat di sejumlah kabupaten/kota. Karena itu, data ini perlu menjadi perhatian dalam upaya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan," ujar Rudi.
Berdasarkan waktu dan satelit pemantauan, titik panas terdeteksi berulang di sejumlah wilayah.
Pada pukul 09.00 WIB, satelit TERRA mendeteksi titik panas yang berpusat di Kabupaten Mesuji, khususnya Kecamatan Mesuji Timur.
Kemudian pada pukul 12.53 WIB, satelit NOAA20 kembali mendeteksi hotspot di sejumlah wilayah, yakni Mesuji, Pesawaran, Pesisir Barat, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Way Kanan.
Satelit AQUA pada pukul 16.05 WIB juga mendeteksi titik panas di Mesuji, Way Kanan, dan Lampung Tengah.
Sementara pada pukul 21.16 WIB, satelit TERRA masih mendeteksi keberadaan titik panas di Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.
BMKG mencatat tingkat kepercayaan (confidence) terhadap titik panas yang terdeteksi berada pada kisaran 7 hingga 9. Seluruh titik terpantau dengan tipe deteksi Pixel dan radius sekitar 321 meter.
Rudi mengingatkan, keberadaan hotspot merupakan indikasi adanya sumber panas yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta dapat dipastikan sebagai kebakaran.
Meski demikian, banyaknya titik panas yang tersebar di berbagai wilayah Lampung perlu menjadi perhatian, terutama di tengah musim kemarau yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)