Asih Sebut Program Penetrasi Pasar Bantu Masyarakat dalam Belanja Kebutuhan Pokok
Reny Fitriani August 24, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Bagi sebagian warga Gadingrejo, pasar masih menjadi pilihan untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah lebih banyak.

Baca Juga: Penetrasi Pasar di Gadingrejo, Beras dan Minyak Goreng Dijual dengan Harga Terjangkau

Sementara kebutuhan harian seperti sayuran biasanya dibeli dari pedagang gerobak yang berkeliling di lingkungan tempat tinggal.

Hal itu disampaikan Asih, warga Gadingrejo saat mengikuti program penetrasi pasar di Pasar Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Senin (24/8/2026).

“Kalau beli sayur biasanya ke gerobak. Kalau untuk belanja dalam skala besar, baru ke pasar,” ujar Asih saat diwawancarai Tribun Lampung.

Menurutnya, selain alasan itu, dengan adanya keberadaan program penetrasi pasar cukup membantu masyarakat yang berbelanja kebutuhan pokok di pasar, terutama karena sejumlah komoditas ditawarkan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Program penetrasi pasar tersebut digelar Pemerintah Provinsi Lampung melalui Diskoperindag Pringsewu sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Pegawai perwakilan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pringsewu, Mirza, mewakili Kepala Diskoperindag Sulistyo Ningsih mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penetrasi pasar yang dilaksanakan di 15 kabupaten/kota di Lampung.

“Ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui program penetrasi pasar untuk meredam dan menjaga stabilitas harga,” kata Mirza.

Dalam kegiatan di Pasar Gadingrejo, terdapat dua komoditas yang disediakan untuk masyarakat, yakni minyak goreng dan beras SPHP.

Minyak goreng dijual Rp15.500 per liter dengan batas pembelian maksimal dua liter untuk setiap warga.

Sedangkan beras SPHP dijual Rp10.500 per kilogram atau Rp52.500 untuk kemasan lima kilogram.

Mirza mengatakan untuk pelaksanaan di Pasar Gadingrejo, pasokan yang disediakan mencapai sekitar 1.200 liter minyak goreng dan 27 karung beras SPHP.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dengan skema satu kali pelaksanaan setiap pekan. 

Untuk lokasi pelaksanaan berikutnya, pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Menurut Mirza, Pasar Gadingrejo dipilih sebagai salah satu lokasi penetrasi pasar karena merupakan pasar pantauan dan memiliki aktivitas perdagangan serta jumlah konsumen yang cukup banyak.

“Pasar Gadingrejo merupakan salah satu pasar pantauan. Pasarnya ramai dan konsumennya lumayan banyak,” ujarnya.

Ia menambahkan pasar lain di Kabupaten Pringsewu juga berpotensi menjadi lokasi pelaksanaan program penetrasi pasar berikutnya.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.