- Ketegangan China dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah aktivitas militer Washington terpantau di kawasan Selat Taiwan.
Manuver tersebut terjadi di tengah hubungan kedua negara yang masih diwarnai sejumlah persoalan sensitif, termasuk isu Taiwan.
Sebuah pesawat patroli Angkatan Laut Amerika Serikat melintasi Selat Taiwan pada Jumat (21/8/2026).
Pesawat pengintai jenis P-8A Poseidon itu terbang melalui ruang udara internasional di kawasan tersebut.
Armada Ketujuh AS mengatakan penerbangan itu merupakan bagian dari upaya menegakkan kebebasan navigasi.
Washington juga menegaskan militernya akan terus beroperasi di wilayah yang diizinkan berdasarkan hukum internasional.
Namun, penerbangan tersebut langsung mendapat perhatian dari militer China.
Beijing mengerahkan personel untuk melacak dan memantau pergerakan pesawat pengintai AS sepanjang jalur penerbangannya.
Media pemerintah China melaporkan seluruh pergerakan pesawat telah terpantau dan situasi berhasil dikendalikan.
Penerbangan pesawat maupun kapal militer AS di Selat Taiwan sebenarnya rutin dilakukan setiap beberapa bulan.
Meski begitu, aktivitas tersebut konsisten memicu kemarahan Beijing karena China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.
China juga menegaskan bahwa Selat Taiwan berada dalam yurisdiksinya dan isu Taiwan merupakan urusan dalam negeri.
Sebaliknya, AS dan Taiwan memandang Selat Taiwan sebagai jalur perairan internasional.
Pemerintah Taiwan sendiri menolak klaim Beijing dan menyatakan masa depan Taiwan harus ditentukan oleh rakyatnya.
Situasi ini menjadi semakin sensitif karena penerbangan AS berlangsung menjelang rencana pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping bulan depan.
Pertemuan kedua pemimpin tersebut sebelumnya diharapkan dapat membantu menstabilkan hubungan yang masih diwarnai ketegangan.
Persoalan Taiwan, perdagangan, hingga pembatasan teknologi menjadi sejumlah isu utama dalam hubungan Washington dan Beijing.
Dengan meningkatnya aktivitas militer kedua negara, Selat Taiwan kembali menjadi salah satu titik paling sensitif dalam persaingan China dan AS.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman