Balas Trump Soal D-Day! Iran Ultimatum Dunia: Jika Ikut Perang Ekonomi AS, Kalian Adalah Musuh
Tegar Melani August 24, 2026 01:42 PM

- Iran mengancam akan membalas dendam terhadap negara mana pun yang bergabung dalam perang ekonomi Amerika Serikat terhadapnya.

Ancaman ini muncul di tengah macetnya upaya diplomasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Selain itu, arus pengiriman melalui Selat Hormuz juga dilaporkan menurun drastis akibat konflik yang terus memanas.

Dilansir dari Al Jazeera pada Senin (24/8), peringatan tersebut disampaikan langsung oleh pejabat keamanan tertinggi Iran pada akhir pekan lalu.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyerukan agar seluruh negara, termasuk negara tetangga Iran, tidak ikut dalam perang ekonomi AS.

"Negara mana pun yang ikut serta dalam memberlakukan pembatasan ekonomi terhadap kami akan dianggap sebagai musuh," tegas Rezaei.

Ia bahkan memperingatkan negara-negara Teluk bahwa jika ikut bergabung dalam perang ekonomi ini, tidak akan ada lagi ekspor minyak yang keluar dari wilayah tersebut.

Ancaman ini juga menyasar jalur ekspor alternatif di luar Selat Hormuz, termasuk Selat Bab al-Mandeb menuju Laut Merah.

Peringatan Iran ini muncul hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana operasi ekonomi besar-besaran terhadap Iran.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya kini berada dalam perang ekonomi, militer, dan keamanan secara penuh melawan AS.

Negara-negara Teluk sendiri berada dalam posisi sulit, karena secara geografis dan politik tetap membutuhkan hubungan stabil dengan Iran.

Program: Tribunnews Update
Host: Nurma Aisyah
Editor Video: Tegar Melani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.