Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat ekosistem portofolio lulusan jenjang pendidikan SMK melalui peluncuran platform Digiskillbadge sehingga dapat meningkatkan keterserapan lulusan SMK ke dalam dunia industri.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan portofolio menjadi bagian penting agar kompetensi dan pengalaman para murid dapat terdokumentasi dengan baik sehingga lebih mudah diakses oleh pihak yang membutuhkan talenta.
“Platform Digiskillbadge merupakan bagian penting agar anak-anak SMK sedini mungkin memahami pentingnya mendokumentasikan portofolio mereka," kata Tatang usai meluncurkan platform Digiskillbadge di Faculty Club UI, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Senin.
Menurut Tatang, portofolio murid yang didokumentasikan melalui platform Digiskillbadge tidak hanya memuat keterampilan yang diperoleh melalui sertifikasi atau kompetisi, namun juga pengalaman pemagangan dan berbagai kompetensi lain yang dimiliki siswa.
Ia menilai dokumentasi tersebut penting agar pihak industri maupun lembaga lain yang mencari talenta dapat melihat kemampuan siswa secara lebih utuh.
"Bagaimana itu tercatat, terdokumentasikan. Sehingga dengan mudah bagi orang yang ingin mencari talenta-talenta terbaik mereka bisa mendapatkan itu," ujarnya.
Tatang mengibaratkan portofolio tersebut seperti profil profesional digital yang memungkinkan seseorang menampilkan keterampilan dan pengalaman yang dimilikinya.
Dengan portofolio, kata dia, pihaknya juga mendorong murid untuk membangun personal branding sekaligus terus meningkatkan kompetensi yang dimiliki.
Oleh karena itu, melalui platform Digiskillbadge, siswa tidak hanya dibekali ijazah dan sertifikasi, namun juga portofolio yang dapat dibawa dan digunakan ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.





