KKB Papua Bakar Kantor Pemerintah Dogiyai Sambil Live di Medsos, Pelaku Langsung Kabur
Hari Susmayanti August 24, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, PAPUA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua membakar tiga kantor pemerintah di Kabupaten Dogiyai, Papua sambil live di media sosial.

Aksi itu dilakukan oleh sekelompok KKB pada Minggu (23/8/2026) kemarin.

Mereka membakar Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kantor Inspektorat, dan Kantor Bappeda yang berada di satu lokasi.

Setelah melakukan aksinya, anggota KKB langsung pergi ke dalam hutan.

Aparat sendiri belum mendatangi lokasi kantor yang dibakar oleh KKB Papua karena masih ada sejumlah anak-anak bersenjata panah di lokasi kejadian.

Mereka diduga dijadikan tameng oleh KKB Papua.

Kepolisian sendiri sebenarnya sudah memantau lokasi kantor yang dibakar dengan menggunakan drone namun belum mendatanginya.

Dikutip dari Kompas.com, Kapolres Dogiyai AKBP Dennis Putra membenarkan bahwa KKB melakukan aksi teror pembakaran kantor pemerintahan sambil live di media sosial.

"Pelaku pembakaran dilakukan oleh KKB, karena saat pembakaran mereka live di media sosial," kata Dennis saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026). 

Baca juga: Guru Besar UII Soroti Masalah Komunikasi Pemerintah dengan Rakyat: Ada Krisis Kompetensi Etik

Aparat menurut Kapolres belum mendatangi kantor yang dibakar tersebut.

Selain di lokasi kejadian banyak anak-anak bersenjatakan panah, akses menuju lokasi juga dipalang menggunakan pohon dan batu.

"Dugaan kita pembakaran kantor ini untuk memancing aparat. Dari pantauan drone kita bisa melihat ada anak-anak kecil yang membawa panah ditempatkan di bagian depan," jelasnya.

Menurut Dennis, keberadaan anak-anak tersebut diduga sengaja ditempatkan sebagai tameng agar aparat tidak melakukan tindakan tegas terhadap kelompok bersenjata.

"Anak-anak ini dijadikan tameng oleh KKB sehingga anggota tidak ke sana untuk mencegah jatuhnya korban, baik dari anggota maupun anak-anak yang ada di sekitar lokasi," katanya.

Baca juga: Guru Besar UII Soroti Masalah Komunikasi Pemerintah dengan Rakyat: Ada Krisis Kompetensi Etik

Sempat Kontak Senjata

Adapun aparat keamanan dan KKB sebelumnya sempat terlibat kontak senjata di kawasan Puncak Pintu Angin, Kampung Mauwa, pada Minggu sore.

Dalam kontak senjata itu, KKB Papua menurut Dennis sempat terpojok hingga akhirnya kabur ke arah hutan.

Aksi pembakaran gedung pemerintah ini menurut Dennis merupakan upaya provokasi KKB atas kontak senjata yang terjadi sebelumnya.

"Saat Minggu sore itu kami kontak tembak dengan mereka di Pintu Angin dan akhirnya mereka mundur ke hutan. Jadi dugaan kita bahwa pembakaran kantor ini adalah upaya memprovokasi aparat," ujarnya. 

Terkait penanganan hukum kasus pembakaran kantor pemerintah, Polres Dogiyai masih menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten Dogiyai.

 "Jadi kita menunggu pemerintah membuat laporan polisi. Dengan begitu maka penegakan hukum akan tepat sasaran dan tidak menimbulkan korban dari aparat maupun warga sipil," ujar Dennis.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa kelompok bersenjata sebelumnya diduga telah merencanakan aksi pembakaran Pasar Moanemani.

Namun, rencana tersebut disebut berhasil digagalkan melalui pengamanan ketat dan patroli yang dilakukan aparat.

"Mereka sudah rencanakan untuk aksi tanggal 17 Agustus, namun pengamanan ketat yang kita lakukan berhasil mencegah mereka," katanya.

Dennis menegaskan, aparat akan mengambil tindakan tegas dan terukur apabila kelompok tersebut kembali memaksakan aksi pembakaran.

"Kita pun akan melakukan tindakan tegas terukur jika mereka memaksakan aksi pembakaran pasar," tegasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.