Hari Pramuka ke-65 di Nunukan, Pramuka Didorong Dukung Swasembada Pangan
Amiruddin August 24, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Kabupaten Nunukan menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan.

Upacara peringatan Hari Pramuka tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Nunukan digelar di Alun-Alun Nunukan, Senin (24/8/2026).

Upacara tersebut diikuti berbagai golongan Pramuka, mulai dari Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, Penggalang Garuda, Penegak Garuda, hingga peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026.

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045,” peringatan Hari Pramuka tahun ini menekankan pentingnya kontribusi nyata Pramuka dalam menghadapi tantangan bangsa.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan Orang Dewasa Kwarcab Nunukan, H. Raden Iwan Kurniawan, bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam sambutan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) yang dibacakannya, Raden Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa perjalanan Gerakan Pramuka selama 65 tahun telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia.

“Gerakan Pramuka telah melahirkan pemimpin, pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan, relawan kemanusiaan hingga berbagai profesi lainnya yang telah memberikan kemampuan terbaiknya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Raden Iwan Kurniawan di Nunukan.

Menurut Raden Iwan Kurniawan, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka menjadi landasan penting dalam membentuk pribadi yang tangguh, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta Tanah Air.

Karena itu, Hari Pramuka tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun karakter bangsa.

“Peringatan Hari Pramuka bukan hanya sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah komitmen dan momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas,” katanya.

 

Suasana di sela upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarcab Nunukan
HARI PRAMUKA - Suasana di sela upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarcab Nunukan di Alun-Alun Nunukan, Senin (24/8/2026). Dalam momentum tersebut, Gerakan Pramuka didorong ikut memperkuat swasembada pangan dan membentuk generasi muda yang berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. (TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

Baca juga: Kisah Putri Fetriani Tembus Jambore Nasional Pramuka, dari Perbatasan Krayan Selatan ke Jakarta

Pramuka dan Swasembada Pangan

Dalam sambutan tersebut, gerakan Pramuka juga menegaskan komitmennya untuk mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Swasembada pangan, kata Raden Iwan Kurniawan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas menanam dan memanen.

Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya hingga kesiapan generasi muda menyelesaikan persoalan di lingkungannya.

Melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda didorong memiliki kecintaan terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Pramuka juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi tepat guna dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak usia muda.

“Proses pendidikan kepramukaan terus berkembang dari sebuah learning by doing menjadi learning, creating and solving, yaitu belajar, mencipta dan menyelesaikan persoalan,” tuturnya.

Menurutnya, konsep tersebut penting agar anggota Pramuka tidak hanya memperoleh pengalaman, tetapi juga memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan dan keberanian untuk mencoba.

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, generasi muda juga dihadapkan pada berbagai tantangan sosial.

Mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi digital, perubahan dunia kerja, hingga persoalan penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks dan perjudian daring.

Karena itu, pendidikan karakter menjadi semakin penting.

Raden Iwan menegaskan, teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter. Kemampuan teknologi yang besar harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Teknologi memberikan kemampuan yang semakin besar, karakter memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan,” ujar Raden Iwan Kurniawan.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh anggota Pramuka dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata sesuai potensi daerah.

Di antaranya mengembangkan pangan, mengelola lingkungan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan usaha, membantu masyarakat serta melahirkan berbagai inovasi.

Dengan demikian, Gerakan Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Kelak akan lahir petani dan inovator pangan, ilmuwan, teknolog, wirausahawan, profesional, pemimpin masyarakat hingga para pemimpin bangsa yang berkarakter dan berintegritas,” kata Raden Iwan Kurniawan.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Nunukan pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, memperluas pengabdian dan meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara.

Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, Pramuka diharapkan terus menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus mencetak generasi pemimpin masa depan yang berintegritas.

Baca juga: Kisah Nurfasira Pembina Pramuka Sebatik yang Lolos ke Jambore Nasional 2026

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.