TRIBUNNEWS.COM - Senam Zapin mungkin belum sepopuler senam aerobik atau zumba di Indonesia.
Namun, olahraga yang mengadaptasi gerakan tari tradisional Melayu ini punya karakteristik tersendiri, terutama pada pola langkah kaki yang ritmis dan teratur mengikuti iringan musik.
Baca juga: Sebanyak 6.000 Penari Zapin di Pekanbaru Catat Rekor Dunia
Instruktur senam Zapin, Gian Natasya, menjelaskan nama Zapin sendiri merujuk pada seni tari tradisional Melayu yang mendapat pengaruh budaya Arab.
Karakter tersebut kemudian diterapkan dalam gerakan senam yang mengandalkan ritme dan gerakan langkah.
“Ketika istilah Zapin digunakan dalam senam, nama tersebut dapat menggambarkan karakter gerakannya yang banyak menggunakan pola langkah dan ritme,” ujar Gian Natasya kepada awak media, Minggu (23/8/2026).
Gerakan yang dominan menggunakan langkah kaki membuat Senam Zapin bukan sekadar aktivitas untuk mengikuti irama musik.
Jika dilakukan secara rutin dan terkontrol, gerakan tersebut dapat membantu melatih otot tungkai, terutama bagian paha dan betis.
Selain kekuatan kaki, perpindahan arah, pengaturan pijakan, hingga kemampuan mempertahankan posisi tubuh juga memberikan stimulus terhadap keseimbangan dan koordinasi.
“Gerakan langkah yang dilakukan berulang dan terkontrol dapat melatih otot tungkai, terutama paha dan betis, sekaligus melatih koordinasi antara kaki, tubuh, dan irama,” kata Gian.
Meski demikian, Gian mengingatkan bahwa senam Zapin sebaiknya tidak dianggap sebagai satu-satunya latihan untuk membangun kekuatan otot secara optimal.
Terutama bagi lansia, latihan tersebut bisa dilengkapi dengan latihan kekuatan sederhana seperti sit-to-stand, latihan tungkai, atau latihan menggunakan beban ringan.
Hal itu penting karena seiring bertambahnya usia, kekuatan otot dan kemampuan menjaga keseimbangan dapat menurun.
Aktivitas fisik yang melatih kedua aspek tersebut membantu mempertahankan kemampuan fungsional dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Latihan keseimbangan sangat penting karena kemampuan keseimbangan dan kekuatan otot cenderung menurun seiring bertambahnya usia,” jelas Gian.
Baca juga: Kunci Gitar Zapin Usik Mengusik - Senario, Viral di TikTok: Hai Cik Adik, Ya Cik Abang
Dari sisi durasi, satu sesi Senam Zapin selama sekitar 30–60 menit dinilai cukup realistis, dengan intensitas yang disesuaikan kemampuan.
Durasi tersebut juga dapat menjadi bagian dari rutinitas olahraga untuk menjaga kebugaran.
“Fokusnya bukan berapa kalori yang dibakar dalam satu sesi, melainkan konsistensi aktivitas, intensitas yang sesuai, dan keseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi,” tuturnya.
“30 menit kali lima kali seminggu merupakan fondasi yang sangat baik,” kata Gian.
Konsep olahraga sekaligus pelestarian budaya tersebut kemudian diterapkan dalam kegiatan yang digelar Holywings Peduli di Tembak Langit Batam, Minggu (23/8/2026).
Lebih dari 150 warga Kelurahan Tanjung Uma dan Kelurahan Sungai Jodoh mengikuti Senam Zapin sejak pagi
Kegiatan tersebut dipandu instruktur profesional dan diikuti peserta dari berbagai usia.
Selain senam, acara turut diisi perlombaan seperti Lomba Pantun, Gelinding Bola ke Gelas Target, dan Games Estafet Gelas.
Melalui kegiatan tersebut, Holywings Peduli memadukan aktivitas fisik, pelestarian budaya Melayu, kebersamaan warga, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Holywings Peduli juga menyerahkan 20 tong sampah berkapasitas 60 liter kepada warga Tanjung Uma, speaker portable, serta dua kipas angin semprot embun berukuran 30 inci untuk Kelurahan Sungai Jodoh.
“Kami percaya bahwa menjaga kesehatan masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan," ujar Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli,
"Aktivitas fisik yang menyenangkan seperti Senam Zapin mampu mengajak masyarakat hidup lebih aktif sekaligus melestarikan budaya lokal,” terus Andrew.