Di Depan Prabowo, BPBD Ungkap 2 Karhutla yang Masih Besar di Riau
Ariestia August 24, 2026 04:20 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dua wilayah di Riau yang dilanda Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di Riau. 

Sebab, dua lokasi itu disebut sebagai kawasan dengan kebakaran yang masih cukup besar dan membutuhkan penanganan intensif.

Dua lokasi Karhutla cukup besar tersebut adalah di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, dan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, 

Kondisi itu disampaikan langsung Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M. Edy Afrizal, kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas penanganan karhutla yang digelar di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Langsung Gelar Rapat Penanganan Karhutla Saat Tiba di Riau

Di hadapan Presiden, Edy memaparkan perkembangan terbaru karhutla di Riau. Berdasarkan deteksi hingga Minggu (23/8/2026), terdapat 306 titik panas atau hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah.

Namun, tidak seluruh hotspot tersebut merupakan titik kebakaran. Dari hasil pemantauan di lapangan, tujuh titik telah terindikasi menjadi lokasi kebakaran.

"Per tanggal 23 Agustus, deteksi hotspot di Provinsi Riau sebanyak 306 titik," kata Edy.

Tujuh titik kebakaran itu tersebar di empat kabupaten. Rinciannya, satu titik berada di Kabupaten Pelalawan, dua titik di Indragiri Hilir, dua titik di Indragiri Hulu, dan dua titik lainnya berada di Kabupaten Kampar.

"Yang sudah menjadi terbakar tujuh titik, yaitu tersebar di empat kabupaten. Pertama di Kabupaten Pelalawan satu titik, Indragiri Hilir dua titik, Indragiri Hulu dua titik, Kampar dua titik," jelasnya.

Dari tujuh titik tersebut, perhatian terutama tertuju pada Kerumutan dan Rimbo Panjang. Menurut Edy, kebakaran di dua kawasan tersebut masih tergolong cukup besar dibandingkan lokasi lainnya.

"Saat ini yang masih cukup besar itu berada di Kabupaten Pelalawan, itu di Kerumutan, dan Kabupaten Kampar di Rimbo Panjang," ungkap Edy.

Kerumutan memang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam beberapa hari terakhir. Pemadaman terus dilakukan tim gabungan untuk mencegah kebakaran meluas dan asap semakin tebal.

Sementara Rimbo Panjang juga masih membutuhkan penanganan. Wilayah yang berada di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, tersebut menjadi salah satu lokasi karhutla yang masih aktif ditangani petugas.

Dalam rapat tersebut, Edy kemudian memaparkan gambaran penanganan karhutla Riau sejak awal tahun. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total hotspot yang terdeteksi mencapai 10.514 titik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 521 titik tercatat menjadi firespot atau titik yang terindikasi mengalami kebakaran.

"Adapun titik hotspot total dari Januari-Agustus itu sebanyak 10.514 titik. Kemudian yang sudah menjadi firespot, terbakar 521 titik," kata Edy.

Ia mengatakan sebagian besar titik kebakaran tersebut telah berhasil ditangani. Saat ini, menurut laporan BPBD kepada Presiden, tersisa tujuh titik yang masih menjadi fokus penanganan.

"Alhamdulillah sudah bisa kita padamkan, sehingga tinggal saat ini tujuh titik tadi yang kami sampaikan sebelumnya," ujarnya.

Selain jumlah titik, BPBD Riau juga melaporkan luas lahan yang terbakar secara kumulatif. Sejak Januari hingga Agustus 2026, luas lahan yang tercatat terdampak kebakaran mencapai 16.277,50 hektare.

Angka itu kemudian mendapat perhatian Prabowo. Presiden langsung meminta penjelasan mengenai luas kebakaran pada tujuh titik yang masih ditangani.

"Berapa luas? Hari ini yang tujuh titik berapa luasnya?" tanya Prabowo.

Edy menjawab luas lahan pada tujuh titik tersebut diperkirakan mencapai sekitar 900 hektare dan tersebar di empat kabupaten.

"Lebih kurang 900 hektare terbagi di empat kabupaten," jawab Edy.

Prabowo kemudian kembali memastikan angka tersebut dengan membandingkannya dengan luas kumulatif lahan yang terbakar sejak awal tahun.

"Jadi dari 16 ribu hektare yang terbakar, sekarang tinggal 900?" tanya Prabowo memastikan.

"900 hektare, siap," jawab Edy.

Mendengar laporan tersebut, Prabowo mengapresiasi upaya penanganan karhutla yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait di Riau.

Meski demikian, Presiden menegaskan pekerjaan belum selesai. Sekitar 900 hektare pada tujuh titik yang masih dilaporkan terbakar diminta segera ditangani.

"Dari Januari-Agustus, saya kira cukup bagus itu, saya terima kasih. Yang 900 ini saya minta segera," tegas Prabowo. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.