Musim Panen Berakhir, Harga Nanas di Aceh Tengah Melonjak
Mawaddatul Husna August 24, 2026 04:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Ditengah masa peralihan musim panen raya buah nanas di Dataran Tinggi Gayo, para pedagang buah segar di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh mendapati berkah tersendiri. 

Kelangkaan pasokan buah nanas di pasaran justru menjadi momentum tingginya minat masyarakat memburu buah tropis dengan rasa manis segar ini, meskipun tidak seramai saat musim panen.

Fenomena ini terlihat jelas di salah satu sentra perkebunan nanas di wilayah Aceh Tengah, yakni Kecamatan Pegasing. 

Kawasan ini dikenal sebagai sentra penghasil buah nanas dengan lokasi strategis yang berjarak sekitar 4,9 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit perjalanan dari pusat Kota Takengon.

Tepatnya di pinggir ruas jalan lintas Takengon–Isaq, Desa Kayu Kul, Kecamatan Pegasing.

Lapak dagangan milik masyarakat setempat tampak tetap ramai dikunjungi oleh para pengendara maupun warga lokal yang melintas untuk berburu buah segar.

Salah seorang pedagang yang ditemui di lapaknya, Iwan, Senin (24/8/2026) menuturkan bahwa saat ini komoditas nanas di wilayah Aceh Tengah secara umum telah melewati masa puncak panen raya. 

Kendati demikian, ia masih dapat menyetok buah nanas segar demi memenuhi tingginya permintaan konsumen setia.

"Saat ini tanaman nanas di daerah kita sebenarnya sudah habis masa panen rayanya.

Buah yang saya jual ini diambil langsung dari tiga kebun milik petani lokal yang masih menyisakan hasil panen," ujar Iwan kepada TribunGayo.com.

Di lapak sederhana pinggir jalan tersebut, Iwan menyediakan berbagai pilihan ukuran buah nanas segar yang disesuaikan dengan kebutuhan para pembeli. 

Harga Nanas Bervariasi

Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung pada ukuran buah yang dipilih.

Ukuran kecil dijual mulai Rp 10.000 per buah, ukuran sedang Rp 20.000 per buah, dan ukuran besar (super) Rp 35.000 per buah.

Meskipun sebagian kalangan mungkin menilai harga tersebut mengalami penyesuaian akibat minimnya ketersediaan buah, antusiasme masyarakat sama sekali tidak surut. 

Pembeli tetap berdatangan membeli dagangan karena sulitnya menemukan buah nanas di pasar-pasar tradisional saat ini.

Lebih lanjut, Iwan mengungkapkan rasa syukurnya karena tingkat penjualan selama masa antarpanen (pancaroba) ini tergolong cukup lumayan dan memuaskan. 

Volume pembeli justru cenderung meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa.

"Alhamdulillah, pembeli cukup lumayan ramai setiap harinya.

Masa-masa sekarang ini buah nanas justru banyak dicari orang karena memang buahnya sedang tidak banyak di pasaran.

Banyak pengendara yang sengaja berhenti untuk memborongnya buat oleh-oleh atau dinikmati bersama keluarga," pungkas Iwan.

Serat Nanas Mulai Dilirik

Tak hanya buahnya saja yang menjadi primadona, potensi ekonomi dari tanaman nanas di daerah ini turut merambah ke sektor pengolahan limbah. 

Pelepah atau serat nanas kini mulai dilirik dan diolah menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi.

Salah satunya digerakkan oleh Katahati Institut yang memproduksi limbah pelepah nanas menjadi beragam produk kerajinan menarik, mulai hiasan meja, gantungan kunci, kotak tisu, hingga hiasan dinding yang bernilai seni. 

Inovasi ini membuktikan bahwa seluruh bagian dari tanaman nanas di Dataran Tinggi Gayo memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian lokal secara berkelanjutan.

Kondisi ini menunjukkan betapa tingginya daya tarik komoditas hortikultura di Aceh Tengah. 

Meskipun masa panen buah telah surut, potensi pasar serta hilirisasi produk di kawasan sentra seperti Pegasing terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Gayo. (*)

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini di Aceh Tengah, BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Sedang

Baca juga: Resmi Dimulai, Ini Jadwal Lengkap Hari Pertama Pacuan Kuda HUT RI di Aceh Tengah

Baca juga: Syukri Kecam Mahalnya Tarif Lapak UMKM di Pacuan Kuda, Desak Bupati Aceh Tengah Terbitkan Perbup

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.