TRIBUNMANADO.CO.ID - Proses pemindahan layanan ke RSUD Sam Ratulangi Tondano yang baru di Kelurahan Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan, mendapat respons positif dari masyarakat.
Meski demikian, sejumlah kendala masih dirasakan warga saat beraktivitas di rumah sakit tersebut.
Salah satu persoalan yang dikeluhkan adalah keterbatasan jaringan seluler.
Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan berkomunikasi dengan keluarga maupun mengakses layanan transportasi daring.
"Sebenarnya nyaman sekali di sini, tenang, tapi susah jaringan," kata Seila Rawung warga Wawalintowan, Minggu 23 Agustus 2026.
Seila mengatakan, buruknya jaringan seluler membuat dirinya kesulitan menghubungi keluarga dan memesan angkutan online.
"Kalau bisa dipasang tower jaringan seluler di sini, supaya kami bisa lancar berkomunikasi," jelasnya.
Selain persoalan jaringan, Seila juga berharap penerangan jalan menuju rumah sakit dapat dimaksimalkan, terutama pada malam hari.
"Lampu jalan sangat diperlukan malam hari, sebab sangat berbahaya kalau mau kemari saat malam hari," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Janet, seorang perawat di RSUD Sam Ratulangi Tondano.
Menurutnya, jaringan seluler di kawasan rumah sakit masih belum stabil.
"Memang di sini agak kurang baik untuk jaringan seluler, kadang ada kadang tidak," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Minahasa Ricky Laloan mengatakan, pemerintah daerah tengah mengupayakan peningkatan kualitas jaringan seluler di kawasan RSUD Sam Ratulangi Tondano.
"Iya itu memang menjadi kendala di RSUD Sam Ratulangi Tondano, tapi kami sedang usahakan agar jaringan seluler itu bagus. Memang hanya ada beberapa titik yang ada jaringan bagus," katanya.
Peningkatan jaringan seluler dan penerangan jalan diharapkan dapat mendukung kenyamanan serta keamanan masyarakat dan tenaga kesehatan seiring beroperasinya RSUD Sam Ratulangi Tondano di lokasi baru.
(TribunManado.co.id/Amg)