Perkelahian Siswa di Bener Meriah Viral, Kepala SMA Ungkap Dugaan Kronologi Versi Sekolah
Mawaddatul Husna August 24, 2026 05:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami | Bener Meriah

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Pihak sekolah di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh membuka suara terkait insiden perselisihan antarsiswa yang berujung aksi kekerasan dan mendadak viral di media sosial. 

Kepala Sekolah SMA Unggul Binaan Bener Meriah, Darussalam, meluruskan dugaan kronologi kejadian yang sebenarnya telah sempat diselesaikan secara internal di lingkungan sekolah.

Menurutnya, insiden bermula pada Sabtu (22/8/2026) pagi ketika korban yang diketahui seorang siswa kelas 11 datang terlambat, lantas kakak kelas yang sedang bertugas sebagai piket menegur siswa tersebut. 

Namun teguran itu rupanya memicu kesalahpahaman dan penyampaian kata-kata yang kurang menyenangkan.

​Meski sempat memanas, pihak sekolah bergerak cepat melimpahkan penanganan ke guru Bimbingan Konseling (BK) dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

​"Masalah kesalahpahaman tersebut sudah berhasil diselesaikan secara kekeluargaan di sekolah.

Kedua belah pihak sudah saling memafkan, berjabat tangan, bahkan berpelukan di depan pihak Kesiswaan sebelum akhirnya kembali mengikuti kegiatan sekolah," ujar Darussalam kepada Wartawan TribunGayo.com, Senin (24/8/2026).

Namun, terkait perkelahian fisik yang kemudian berlanjut dan terekam hingga viral dipastikan terjadi di luar pengawasan sekolah. 

Karena insiden tersebut berlangsung setelah jam belajar aktif selesai dan para siswa telah pulang ke rumah masing-masing. 

"Kita belum dapat memastikan apakah teguran di lingkungan sekolah itu menjadi pemicu utama perkelahian.

Tapi kejadian tersebut diluar pengawasan sekolah, karena jam sekolah telah selesai, dan lokasinya pun diluar sekolah," bebernya.

Imbau Masyarakat Tak Buru-buru Memberikan Opini Negatif

Sementara menanggapi kegaduhan di media sosial, Darussalam mengimbau masyarakat dan netizen untuk tidak terburu-buru memberikan opini negatif yang dapat merusak masa depan para siswa.

​"Ini dunia pendidikan, anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa.

Kalau dari sekarang kita racuni mereka dengan hal-hal negatif, tentu sangat berbahaya. Mari kita kooperatif demi kemajuan Bener Meriah," tegasnya.

​Selain itu ia juga meminta para wali murid SMAN agar tidak panik dan tidak terlarut dalam isu simpang siur.

Pihaknya berjanji akan terus berbenah dan duduk bersama menentukan langkah terbaik demi masa depan para siswa.

Di sisi lain, aparat kepolisian telah bergerak menangani dugaan aksi pengeroyokan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Julpandi, menyatakan pihak Satreskrim telah meminta keterangan saksi, mengamankan barang bukti, dan memproses kasus ini secara profesional. 

Mengingat seluruh pihak yang terlibat masih di bawah umur, penanganan perkara turut melibatkan UPTD PPA, Peksos, Bapas Kelas II Lhokseumawe, dan JPU dengan mengedepankan hak serta kepentingan terbaik bagi anak. (*)

Baca juga: Ketua TP-PKK Bener Meriah Jenguk Siswa Korban Pengeroyokan di Rumah Sakit, Kondisi Mulai Membaik

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Pengeroyokan Siswa SMA di Bener Meriah

Baca juga: YARA Desak Proses Hukum Kasus Kekerasan Siswa di Bener Meriah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.