Aliansi Anak Bangsa Tasikmalaya Serukan Kondusivitas Jelang Aksi Massa di Jakarta
ferri amiril August 24, 2026 04:05 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya bersama lintas asosiasi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas jelang aksi yang akan dilaksanakan pada 27 Agustus 2026 di Jakarta.

Imbauan ini disampaikan dalam konferensi pers bersama di Hotel Dewi Asri, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (24/8/2026). 

Respons tersebut terkait akan adanya aksi unjuk rasa dari sejumlah kelompok masyarakat di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026. Massa membawa tuntutan berbeda, ada yang pro terhadap pemerintah, namun ada juga yang kontra.

Seruan ini dihadiri DPP Gerakan Ajengan Muda (GAM), GEMP4R (Gerakan Pendukung Presiden Prabowo), dan APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia),

Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya Farhan Abdul Azis menyampaikan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional rakyat. 

Baca juga: Bakal Kirim 10 Bus ke Jawa Timur, PCNU Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Soal Bursa Caketum PBNU

Kendati demikian, ia meminta pelaksanaan aspirasi harus dibarengi rasa tanggung jawab demi menjaga stabilitas nasional.

“Kami hadir bukan untuk membungkam kritik atau menutup ruang aspirasi. Demokrasi memang membutuhkan kritik dan pengawasan. Namun, aspirasi jangan sampai ditunggangi provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat,” ucap Farhan.

Senada dikatakan Ketua Gerakan Ajengan Muda (GAM) Hadis Munawir mengaku, demokrasi membutuhkan kritik, pengawasan, dan partisipasi masyarakat. 

Namun, seluruh kebebasan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tetap berada dalam koridor konstitusi.

"Jangan biarkan aspirasi rakyat ditunggangi provokasi yang justru berpotensi memperbesar ketegangan," ungkapnya.

Selain itu, ia menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi mengadu masyarakat dengan masyarakat, daerah dengan daerah, maupun rakyat dengan pemerintah.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk mempertajam perpecahan. Jangan sampai kepentingan sesaat mengorbankan ketenangan masyarakat dan stabilitas bangsa," tuturnya.

Bahkan, pihaknya menyatakan dukungan terhadap program-program utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

"Dukungan ini bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Justru kami mendorong seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan MBG agar semakin transparan, tepat sasaran, berkualitas, dan benar-benar memberikan manfaat," katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.