Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Kebakaran melanda Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Abdul Madjid Anjani, tepatnya di MA Mu'allimin, pada Minggu malam (23/8/2026).
Kebakaran tersebut menghanguskan empat ruangan yang terdiri dari tiga ruang asrama santri dan satu laboratorium komputer. Akibat kejadian ini, total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp1,32 miliar.
Kepala MA Muallimin, Wildan Ansori, mengungkapkan bahwa ruangan yang terbakar meliputi tiga ruang asrama serta laboratorium komputer beserta seluruh isinya.
"Yang terbakar tadi malam itu empat lokal. Ada tiga ruang asrama dan satu ruang lab komputer. Kerusakan mencakup bangunan dan seluruh unit komputer beserta aksesorinya," katanya saat ditemui, Senin (24/8/2026).
Wildan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh ruangan yang terbakar dalam kondisi kosong karena santri kelas 11 yang menghuni asrama sedang menjalani masa liburan setelah menetap selama 44 hari.
"Para santri kebetulan sedang libur. Libur itu diberikan setelah santri menetap selama 44 hari, itu memang tradisi. Rencananya mereka akan kembali pada Selasa sore, tetapi dengan kejadian ini kepulangannya kami tunda sampai Jumat sore," jelas Wildan.
Pasca insiden, pengurus pesantren langsung menggelar rapat darurat bersama pihak yayasan dan jajaran pengajar untuk menyiapkan ruangan pengganti bagi 60 santri yang terdampak.
"Satu ruangan dihuni 20 santri, jadi total ada 60 santri yang terdampak," tambah Wildan.
Pihaknya menduga kuat kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik atau arus pendek pada bangunan lama tersebut. Pengurus memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.
"Kami menduga ini murni arus pendek. Tidak ada pihak yang kami duga atau kami tuduh. Ini murni kecelakaan," tuturnya.
Wildan menyampaikan bahwa pemerintah daerah, Kementerian Sosial, dan Kanwil Kementerian Agama telah merespons kejadian ini dengan meninjau langsung lokasi kebakaran serta memberikan dukungan bagi pesantren yang tertimpa musibah.
"Tadi sudah ada dari Dinas Sosial, dan rencananya Kanwil Kementerian Agama juga mau ke sini," tutupnya.
Hingga saat ini, para santri asal luar daerah masih mengamankan barang-barang yang dapat diselamatkan. Sementara itu, santri asal Lombok yang sedang libur di rumah masing-masing tampak kembali ke pondok untuk melihat dan mencari barang milik mereka.
"Ada yang bisa kami selamatkan, tetapi sebagian besar tidak ada yang bisa diselamatkan," ujar salah satu santri asal Kepulauan Riau, Muhammad Bintang Alzaidi.
Baca juga: Empat Ruangan MA NW Muallimin Anjani Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik