TRIBUN-GOWA.COM — Ribuan warga mendesak Bupati Gowa Husniah Talenrang mundur dari jabatannya.
Tuntutan itu disampaikan saat demonstran mendatangi kantor DPRD dan kantor Bupati Gowa, Senin (24/8/2026).
Kantor DPRD dan Bupati Gowa berada di Jalan Mesjid Raya No. 26, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel.
Massa aksi terdiri dari mahasiswa, masyarakat, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sejumlah orator bergantian menyampaikan aspirasi.
Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan, “SK PLT Cacat Hukum”.
Baca juga: 16 Mantan Pejabat Gowa Melapor ke BKN Usai Dinonaktifkan Husniah Talenrang, Prof Zudan: Kita Dalami
Ada pula spanduk bertuliskan, “Cabut SK Pencopotan bagi Pejabat Nonjob.”
Aksi tersebut menyusul penonaktifan 16 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa oleh Sitti Husniah Talenrang.
Penonaktifan belasan pejabat menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.
Jenderal lapangan (Jendlap) aksi, Indra, mengatakan ribuan masyarakat hadir untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Alhamdulillah, begitu antusias masyarakat Gowa untuk hadir menyampaikan aspirasinya, pendapatnya dimuka umum,” kata Indra.
Menurutnya, massa menyuarakan tuntutan agar Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mundur dari jabatannya.
“Hari ini teman-teman masyarakat Gowa hadir menuntut Bupati Gowa segera mundur dari jabatannya,” ujarnya.
Indra menilai kebijakan penonaktifan 16 pejabat, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa, dilakukan tanpa prosedur yang semestinya.
“Kami anggap bahwa keputusan ini sangat diambil secara sporadis, sangat tergesa-gesa, dan sangat tidak adil untuk masyarakat Gowa,” katanya.
Ia menyebut penonaktifan tersebut berpotensi berdampak terhadap pelayanan pemerintahan.
“Bayangkan pelayanan hari ini tidak bisa melayani masyarakat secara maksimal,” ujarnya.
Indra juga mempertanyakan dasar penonaktifan para pejabat tersebut.
“Teman-teman OPD belum pernah diperiksa sebelumnya. Belum pernah diperiksa terkait persoalan pelanggaran. Pelanggaran disiplin berat apa yang dimaksud? Kemudian mereka langsung dinonaktifkan," katanya.
Ia menyebut jumlah pejabat yang dinonaktifkan berdasarkan informasi yang diterima massa aksi mencapai 16 orang.
“Kurang lebih sekitar 16 dari informasi yang kami peroleh,” ungkapnya.
Indra mengatakan sejumlah pejabat yang dinonaktifkan juga disebut memberikan dukungan terhadap aksi tersebut.
“Kami telah mendapatkan informasi bahwa dia juga mensupport aksi unjuk rasa ini dan juga mendoakan masyarakat Gowa agar kemudian kebenaran harus menemukan jalannya,” katanya.
“Tadi ada masyarakat yang emosi, ibu-ibu dengan beberapa bapak-bapak ini sangat emosi, ingin rasanya ingin menjambak rambutnya Bupati Gowa untuk segera keluar untuk meninggalkan jabatannya,” ujarnya.
“Saya meminta kepada bupati Gowa agar sedikit tahu malulah. Untuk segera meninggalkan posisinya sebagai Bupati Gowa karena rakyat hari ini tidak senang lagi,” tegasnya.
Aksi tersebut merupakan bentuk kemarahan masyarakat terhadap sejumlah persoalan yang berkembang di Kabupaten Gowa.
“Aksi ini terkait persoalan kemarahan masyarakat Gowa atas isu-isu yang berkembang selama ini,” pungkasnya.
Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli