Baznas berhasil mengumpulkan infak sebesar Rp10 juta bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur
Bukittinggi,- (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) mendistribusikan zakat ke mustahik bencana gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Baznas berhasil mengumpulkan infak sebesar Rp10 juta bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur," kata Ketua Baznas Kota Bukittinggi Yandri Gusdianto, Senin.
Menurutnya, bantuan awal ini diharapkan mampu meringankan beban bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa magnitudo 7,7 yang terjadi pertengahan Agustus 2026.
Penggalangan bantuan NTT dilakukan langsung oleh petugas Baznas dengan mengunjungi pasar dan keramaian serta masjid dan mushala di Bukittinggi.
"Lokasi penggalangan nana dari Baznas untuk NTT itu antaranya di Pasar Aur Kuning, Pasar Bawah, Pasar Atas, Lapangan Kantin, masjid hingga persimpangan lampu merah," kata Yandri.
Selain Infak NTT, Baznas juga menyalurkan zakat melalui sejumlah program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Bantuan itu dikumpulkan melalui program Bukittinggi Peduli untuk tiga mustahik berkolaborasi dengan Baznas Sumatra Barat sebesar Rp75 juta.
Program Bukittinggi Cerdas untuk delapan penerima beasiswa kaderisasi ulama ke Timur Tengah sebesar Rp64 juta, serta Program Bukittinggi Makmur bagi 48 mustahik binaan Kemenag sebesar Rp111,977 juta.
Kepala Kemenag Kota Bukittinggi Irwan, menyampaikan, apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan BAZNAS atas komitmen dalam membantu masyarakat melalui penyaluran zakat.
"Bantuan usaha tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai stimulus untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian penerima," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, penyaluran zakat melalui Baznas merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada para muzakki dan masyarakat.
Ia mengapresiasi penyaluran zakat yang mencakup bantuan modal usaha, rumah tidak layak huni, pendidikan, serta infak bagi masyarakat terdampak bencana.
"Bantuan yang diberikan agar betul-betul dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan penerima," kata Rismal.
Ke depan, diharapkan para penerima bantuan dapat mandiri dan turut membantu masyarakat lainnya.
"Dan juga kepada para korban di NTT semoga diberikan ketabahan dan infak yang disalurkan dapat meringankan beban bagi mereka," ujarnya.





