Wamenkes dan Wamendagri Datangi RS BARI Palembang, 'Berantas TB Program Prioritas Prabowo-Gibran'
Welly Hadinata August 24, 2026 05:52 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus meninjau langsung pelayanan kesehatan di RSUD Palembang BARI, Senin (24/8/2026).

Kedatangan kedua pejabat pemerintah pusat tersebut didampingi Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan mengecek sejumlah layanan utama di rumah sakit milik Pemerintah Kota Palembang itu.

Mulai dari layanan rujukan, radiologi atau imaging, layanan Tuberkulosis (TB), ruang perawatan umum hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan RSUD Palembang BARI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan fasilitas kesehatan rujukan di daerah mampu memenuhi kebutuhan pasien.

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari sosialisasi program percepatan pemberantasan TB yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.

"Melakukan sosialisasi program percepatan pemberantasan tuberkulosis merupakan program prioritas dari pemerintahan Pak Prabowo dan Pak Gibran," ujar Benjamin.

Ia menyebut Indonesia masih menghadapi persoalan besar terkait TB. Karena itu, pemerintah mendorong percepatan penemuan kasus dan pengobatan pasien.

Menurutnya, penanganan TB di sisi terapi sebenarnya sudah berjalan cukup baik. Tingkat pasien yang ditemukan dan mendapatkan pengobatan disebut telah berada di atas 90 persen.

Namun, tantangan berikutnya adalah menemukan orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB, khususnya anggota keluarga yang tinggal serumah.

"Ini yang sekarang kita canangkan secara nasional supaya kita lakukan CKG atau Cek Kesehatan Gratis," katanya.

Program tersebut, lanjut Benjamin, tidak hanya ditujukan untuk menemukan penyakit seperti diabetes dan hipertensi. Pemeriksaan juga diarahkan untuk mendeteksi gangguan paru melalui pemeriksaan rontgen.

"Kalau ada kelainan paru sehingga bisa diobati. Dan keluarga yang tertular bisa dapat obat pencegahan," jelasnya.

Selain layanan TB, Benjamin juga menyoroti kesiapan fasilitas jantung di RSUD Palembang BARI.

Menurutnya, fasilitas dan peralatan untuk menangani pasien jantung di rumah sakit tersebut sudah lengkap dan telah mendapatkan persetujuan BPJS Kesehatan.

"Tadi saya lihat alat untuk jantungnya sudah lengkap dan sudah di-ACC BPJS, bisa menolong kalau ada pasien serangan jantung sudah bisa ditolong di RSUD BARI," ungkapnya.

Ia mengatakan layanan jantung tersebut mulai dapat dimanfaatkan sejak Mei 2026.

Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan penanganan TB menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut.

"Ada banyak hal, beberapa titik penekanannya. Intinya ada beberapa penekanan instruksi dalam rangka mengatasi TBC, karena ini adalah sebuah penyakit yang memang menjadi prioritas," kata Ratu Dewa.

Ia meminta Dinas Kesehatan Kota Palembang, khususnya jajaran Puskesmas yang berada di lapangan, memastikan instruksi terkait percepatan penanganan TB benar-benar diterapkan.

Ratu Dewa juga menyebut akan dilakukan evaluasi dalam dua bulan ke depan untuk melihat perkembangan program tersebut.

"Dua bulan ke depan akan ada tindak lanjut dan peninjauan kembali terhadap apa yang sudah dilakukan untuk melihat apakah ada peningkatan atau penurunan," ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut turut hadir Direktur Utama RSUD Palembang BARI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang serta sejumlah pejabat dan kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Kunjungan tersebut menitikberatkan pada penguatan layanan rujukan dan percepatan penanganan TB, termasuk memastikan kesiapan fasilitas diagnostik serta sistem rujukan berjenjang di rumah sakit daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.