Kondisi Bocah Perempuan yang Digigit Pitbull Lepas, Saksi Ungkap Momen Menegangkan
Noval Andriansyah August 24, 2026 05:44 PM

Tribunlampung.co.id, Bandung - Insiden serangan brutal anjing ras pitbull terhadap seorang anak perempuan berinisial BIAK (9) di Kompleks Grand Cendana Residence, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyisakan kengerian mendalam.

Baca juga: Detik-detik Mencekam Bocah SD Digigit Anjing Pitbull Terekam CCTV

Saksi mata di lokasi kejadian menceritakan detik-detik menegangkan saat warga berupaya menyelamatkan korban dari amukan hewan berbadan besar tersebut.

Ilyas Pratama (33), seorang warga setempat yang menjadi penolong utama, menceritakan, peristiwa mengerikan itu terjadi pada Minggu (23/8/2026) sore. Saat itu, ia baru saja tiba di rumah seusai bepergian bersama keluarganya.

Usai memarkirkan mobil, Ilyas dikagetkan oleh teriakan histeris warga di area jalan perumahan. Semula, ia mengira kegaduhan tersebut dipicu oleh aksi pencurian.

Namun, kepanikan Ilyas berlipat ganda lantaran anak kandungnya sendiri sedang bermain di luar bersama korban yang seusai sebaya.

"Pas saya keluar, ternyata anak itu sudah tergeletak digigit anjing pitbull. Awalnya saya waswas dan khawatir sekali, takutnya yang jadi korban itu anak saya sendiri," ungkap Ilyas saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (24/8/2026).

Setelah memastikan bahwa korban bukanlah anaknya berdasarkan pakaian dan sandal yang dikenakan, pria berambut kuncir tersebut langsung mengambil tindakan spontan untuk menghentikan serangan.

Aksi Heroik Warga dan Situasi Mencekam

Bersama warga lainnya, Ilyas berusaha mengusir anjing pitbull tersebut dengan melempari berbagai benda yang ada di sekitar lokasi.

Durasi serangan yang berlangsung sekitar 2 hingga 3 menit itu membuat situasi semakin genting.

"Saya ambil barang apa saja yang terlihat, lalu dilemparkan ke arah anjing supaya memicu hewan itu pergi. Ada yang lempar tempat sampah, warga lain juga lempar kayu."

"Durasi penggigitannya sekitar 2 sampai 3 menit, anjingnya sempat dua kali lepas-gigit lagi karena dilempari warga," jelasnya.

Setelah anjing tersebut akhirnya melepaskan gigitannya dan kabur ke arah luar gerbang perumahan, Ilyas langsung bergegas mengangkat tubuh korban yang sudah bersimbah darah.

"Wajahnya sudah tidak terlihat karena tertutup darah, dan telinganya saya lihat sudah robek. Saya panik sambil berteriak menanyakan anak siapa ini."

"Karena ayah korban belum keluar rumah, korban saya baringkan sebentar di teras, lalu saya langsung keluarkan mobil untuk membawa korban ke IGD Rumah Sakit Welas Asih bersama ayahnya," tutur Ilyas.

Trauma Anak-Anak dan Desakan Pengamanan Hewan

Dampak dari insiden berdarah ini tidak hanya dirasakan oleh korban yang harus menjalani perawatan intensif dan operasi, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis mendalam bagi anak-anak di perumahan yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

"Anak saya trauma berat sampai sekarang karena melihat langsung temannya digigit sampai berdarah banyak. Semalam tidurnya gelisah, sering terbangun, dan sekarang lebih banyak melamun," ujar Ilyas dengan nada cemas.

Melihat parahnya dampak dari kejadian ini, Ilyas berharap insiden tersebut menjadi pelajaran penting serta atensi serius bagi para pemilik hewan peliharaan berisiko tinggi agar lebih tertib dan memperketat pengamanan kandang maupun tali pengikatnya.

"Pemilik anjing, terutama jenis pitbull, harus punya atensi lebih untuk menjaga peliharaannya. Kalau ada perizinan atau persyaratan khusus, tolong dipenuhi agar kejadian seperti ini tidak berulang lagi," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.