Pelaku UMKM Sebut Ekonomi Belitung Timur Ikut Bergerak saat Aktivitas Timah Bergairah
Ardhina Trisila Sakti August 24, 2026 05:45 PM

BANGKAPOS.COM, BELITUNG – Aktivitas pertambangan timah masih memiliki pengaruh besar terhadap denyut perekonomian masyarakat di Kabupaten Belitung Timur. Ketika aktivitas dan perdagangan timah bergerak, dampaknya turut dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), warung kopi, pedagang hingga sektor jasa.

Sebaliknya, ketika aktivitas timah melemah, pelaku usaha di tingkat masyarakat juga ikut merasakan dampaknya. Kondisi tersebut disampaikan Endang Purwono, pelaku UMKM asal Kampung Baru yang juga aktif dalam pengembangan komunitas ekonomi kreatif di lingkungannya.

Menurut Endang, dalam beberapa hari terakhir kondisi perekonomian di lingkungan masyarakat yang ia amati masih cenderung sepi. Aktivitas perdagangan di pasar maupun warung-warung kopi belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.

“Kalau saya lihat dalam beberapa hari ini situasi masih sama saja. Kegiatan aktivitas di kawasan kami juga masih biasa-biasa saja. Kondisi ekonomi memang jauh, tidak bergerak,” kata Endang.

Ia mencontohkan kondisi warung kopi yang biasanya menjadi salah satu tempat masyarakat berkumpul. Menurutnya, sejumlah pemilik warung kopi mengaku mengalami penurunan omzet dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Dari pasar, kegiatan aktivitas di pasar sepi. Di warung-warung kopi juga sepi. Saya sempat ngobrol dengan teman yang punya warung kopi, omzetnya jauh turun. Malam hari yang seharusnya orang santai dan ngopi, sekarang sepi,” ujarnya.

Sebagai pelaku UMKM, Endang menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat Belitung Timur masih memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas pertambangan timah.

Menurut dia, ketika masyarakat memperoleh penghasilan dari aktivitas timah, uang tersebut kemudian berputar kembali di berbagai sektor ekonomi lokal. Masyarakat berbelanja, makan di warung, menikmati kopi, membeli produk UMKM hingga melakukan perjalanan dan aktivitas konsumsi lainnya.

“Memang terasa. Kalau timahnya harganya lebih bagus, masyarakat punya uang lebih, pasar pasti ramai. Mereka juga punya uang lebih untuk jalan-jalan atau belanja produk UMKM,” katanya.

Ia mencontohkan masyarakat Belitung Timur yang berkunjung ke daerah lain untuk berbelanja. Menurutnya, pergerakan tersebut menunjukkan bahwa dampak ekonomi dari timah tidak berhenti pada aktivitas pertambangan, tetapi mengalir ke sektor perdagangan dan UMKM.

“Kalau timah goyang, kelihatan benar. Belitung Timur memang masih belum bisa move on dari timah,” ujarnya.

Terkait aktivitas pertambangan timah, Endang menilai masyarakat juga membutuhkan kepastian, terutama bagi mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.

Ia mengakui bahwa aktivitas pertambangan harus tetap mengikuti aturan. Namun, menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat juga perlu menjadi pertimbangan dalam mencari solusi.

Karena itu, ia berharap solusi terhadap persoalan timah masyarakat dapat menghadirkan kepastian bagi penambang sekaligus tetap berada dalam koridor hukum. Salah satu yang menurutnya perlu diperhatikan adalah akses pemasaran dan jumlah mitra pembelian.

“Yang pertama masalah harga. Yang kedua perbanyak mitranya agar masyarakat tidak merasa kebingungan harus menjual ke mana. Kalau hanya belasan mitra, saya rasa belum cukup untuk meng-cover mereka. Sampai harus antre berjam-jam,” ujarnya.

Selain itu, Endang berharap masyarakat mendapatkan sosialisasi yang lebih intensif mengenai aturan pertambangan dan mekanisme perdagangan timah.

Ia juga mendorong PT Timah untuk terus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Harus ada kepastian hukum. Masyarakat yang menambang merasa dilindungi dan dirangkul lebih dekat, disosialisasikan. PT Timah jangan takut turun ke masyarakat. Kalau merasa benar, jangan takut. Turun dan lebih dekatlah dengan masyarakat,” katanya.

Endang menilai komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan penting agar kebijakan dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama di tengah perkembangan teknologi dan maraknya informasi yang belum tentu benar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.