Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG - Kamar Dagang Industri Nusa Tenggara Timur (Kadin-NTT) bersama Kadin Kabupaten Manggarai Timur kembali bergerak membantu masyarakat terdampak gempa Flores dengan menyalurkan 100 paket sembako bagi para korban yang mengungsi di dua Posko pengungsian di Desa Waling, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu 23 Agustus 2026.
Selain membagikan Sembako, Kadin juga membantu tenaga medis berupa dokter dan perawat kerja sama dengan Klinik Gratia Borong dan juga Puskesmas Tilir.
Hal ini dilakukan karena merespon Pemerintah Desa Waling atas kebutuhan tenaga medis dan obat-obatan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan obat-obatan secara gratis kepada para korban di dua posko itu sesuai kebutuhan masing-masing.
Ketua Kadin Manggarai Timur, Maximillian Firman Demorin kepada Pos-Kupang, Senin 24 Agustus 2026, menerangkan, berdasarkan data Pemerintah Desa Waling, terdapat 423 warga yang mengungsi, terdiri dari 190 laki-laki dan 233 perempuan.
Di antara mereka terdapat bayi, balita, anak-anak, lansia, serta kelompok masyarakat lainnya.
Maximillian Firman Demorin mengatakan, di Desa Waling terdapat Pustu, namun belum tersedia dokter. Sementara Puskesmas Tilir yang melayani wilayah tersebut juga dalam beberapa bulan terakhir belum memiliki dokter. Kondisi ini tidak terlepas dari terbatasnya ketersediaan tenaga dokter di Manggarai Timur.
Menanggapi kebutuhan tersebut, kata Maximillian Firman Demorin, selain menyerahkan bantuan sembako, Kadin Manggarai Timur juga langsung menggandeng Klinik Gratia Borong dan Puskesmas Tilir untuk menurunkan tim medis dan menyediakan kebutuhan obat-obatan dalam pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.
Tim medis Klinik Gratia Borong yang turun dalam kegiatan tersebut terdiri dari dr. Yori Dorsi, dr. Wiwin So'o, Ns. Afri, dan Ns. Ruth Ndehe dibantu petugas medis dari Puskesmas Tilir.
"Awalnya kita memang menyiapkan bantuan sembako. Tetapi setelah menerima data dari Pemerintah Desa Waling, ternyata tenaga medis dan obat-obatan juga sangat dibutuhkan. Karena itu kami menggandeng Klinik Gratia dan dibantu dari Puskesmas Tilir untuk pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi korban terdampak," terang Maximillian Firman Demorin.
Di Posko I, tim melayani 85 warga. Setelah pelayanan di lokasi pertama selesai, tim bergerak menuju Posko II dan kembali memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada 80 warga korban terdampak.
"Sebanyak 165 warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Warga juga memperoleh obat-obatan secara gratis sesuai kebutuhan pengobatan masing-masing. Warga yang mendapatkan pelayanan ini berasal dari berbagai kelompok usia, dengan cukup banyak di antaranya merupakan lansia, ibu hamil, dan anak-anak," ujar Maximillian Firman Demorin.
Maximillian Firman Demorin juga menerangkan, dengan kondisi banyak korban terdampak, maka pelayanan kesehatan dimulai dari pukul 11.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita malam hari.
Pada saat pelayanan di posko II, cuaca sudah tidak bersahabat berupa kabut tebal menyelimuti lokasi, apalagi kondisi waktu mulai memasuki malam hari ditambah penerangan sangat terbatas.
Untuk bisa semua korban terlayani dengan baik, kata Maximillian Firman Demorin, mereka kemudian menyalahkan lampu dari sejumlah kendaraan untuk menerangi lokasi agar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan bagi semua korban terlayani di posko itu.
Maximillian Firman Demorin juga menerangkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Kadin untuk terus mengambil bagian membantu masyarakat terdampak.
"Kita tentu tidak bisa menyelesaikan semua persoalan akibat gempa ini. Tetapi kita bisa mengambil bagian dengan apa yang bisa kita lakukan. Hari ini kita membantu kebutuhan pokok sekaligus pelayanan kesehatan yang memang dibutuhkan masyarakat," ujar Maximillian Firman Demorin.
Menurut Maximillian Firman Demorin, meskipun sebagian anggota Kadin juga ikut merasakan dampak gempa, hal tersebut tidak mengurangi semangat untuk membantu masyarakat lainnya.
"Semangat kita sederhana, tetap berdampak walaupun terdampak," ujar Maximillian Firman Demorin.
Sementara itu, Kepala Desa Waling, Oswaldus Hasiman Saik, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kadin NTT, Kadin Manggarai Timur, Klinik Gratia Borong, serta para tenaga kesehatan Puskesmas Tilir yang telah membantu masyarakat Desa Waling yang telah memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta pemberian obat-obatan gratis yang menjadi salah satu kebutuhan mendesak masyarakat terdampak dalam kondisi saat ini.
Oswaldus Hasiman Saik juga mengapresiasi bantuan sembako yang diberikan.
Menurut Oswaldus Hasiman Saik, kehadiran pelayanan kesehatan tersebut sangat membantu masyarakat Desa Waling, terutama warga yang saat ini masih berada di posko pengungsian dampak gempa Flores.
Kegiatan Kemanusiaan itu dipimpin langsung Ketua Kadin Manggarai Timur Maximillian Firman Demorin bersama sejumlah pengurus Kadin Manggarai Timur, antara lain Jos Tato (Fajar), Shelby Ninut (Kopibee), dan Sony Rada, bersama pihak lainnya yang ikut membantu kegiatan itu.
Adapun dampak gempa Flores itu, selain ratusan korban mengungsi, juga begitu banyak rumah-rumah milik warga di desa itu mengalami kerusakan baik kerusakan ringan bahakan kerusakan berat. (rob)