Dinkes Tarakan: Kasus ISPA-Pneumonia Naik, Warga Pantai Amal Diminta Pakai Masker Imbas Karhutla
Amiruddin August 24, 2026 05:54 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Kota Tarakan, Kalimantan Utara, mencatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal, setelah kualitas udara di kawasan tersebut masuk kategori kurang sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, dr Devi Ika Indriarti, menyampaikan kondisi tersebut saat berada di lokasi karhutla Jalan Amal Lama, Kelurahan Pantai Amal, Senin (24/8/2026).

Peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian Dinkes Tarakan, menyusul pemasangan alat pemantau kualitas udara atau PM2,5 oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan di wilayah Pantai Amal pada Jumat kemarin.

Sebelumnya, pemantauan kualitas udara di kawasan perkotaan yang dilakukan melalui alat milik DLH, masih menunjukkan kondisi yang baik.

Namun, hasil pemantauan yang dilakukan di Pantai Amal, menunjukkan adanya perubahan kualitas udara, sehingga masyarakat di kawasan tersebut diimbau menggunakan masker, untuk mencegah dampak paparan asap karhutla.

“Kemarin malam kan Pak Wali mengundang rapat koordinasi terkait dengan keadaan karhutla ini..

Jadi, ada informasi bahwa DLH kemarin memasang (alat) untuk mengukur kualitas udara di kelurahan,” ujar Devi Ika Indriarti.

 

Kadinkes Kota Tarakan, dr Devi Ika Indriarti saat menyampaikan informasi
BERI INFORMASI - Kadinkes Kota Tarakan, dr Devi Ika Indriarti saat menyampaikan informasi peningkatan kasus ISPA di Tarakan pasca karhutla, Senin (24/8/2026). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

 

Baca juga: Jalan Amal Lama Ditutup, Polres Tarakan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Dampak Karhutla Bakar Batu Bara

Sebelumnya, kualitas udaranya yang kemarin awalnya masih bagus, pada Sabtu dan Minggu dilaporkan  kurang sehat.

"Jadi akhirnya instruksi Pak Wali disampaikan agar untuk masyarakat Pantai Amal untuk memakai masker.

Diberikan masker agar jangan sampai terjadi peningkatan kasus ISPA, seperti itu,” lanjutnya.

Dinkes kemudian melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap kondisi kesehatan masyarakat melalui Puskesmas Pantai Amal.

Menurut Devi, dari hasil identifikasi yang dilakukan petugas Puskesmas, peningkatan kasus mulai terlihat sejak Jumat hingga Sabtu pekan lalu.

Peningkatan tersebut awalnya terlihat pada kelompok anak balita.

Namun, pada pemeriksaan terbaru Senin (24/8/2026) hari ini sejak pagi tadi, kasus ISPA juga mulai ditemukan pada kelompok usia dewasa.

Devi menjelaskan, pelaporan kasus penyakit tidak serta-merta dilakukan secara harian dalam bentuk laporan rutin.

Namun, kondisi karhutla yang terjadi membuat Dinkes melakukan identifikasi secara lebih intensif setiap hari.

“Cuma memang kan penghitungannya enggak mungkin dilaporkan setiap hari.

Maksudnya kita laporkannya setiap hari enggak ada ya.

Tapi karena adanya kejadian ini, kami identifikasi setiap hari terkait dengan itu,” ujar Devi Ika Indriarti.

Ia melanjutkan, petugas Puskesmas melakukan identifikasi bahwa ada terjadi peningkatan kasus.

"Karena kemarin sebenarnya tidak seperti ini.

Tapi ini kan sudah terjadi perubahan, jadi peningkatan kejadian daripada kebakaran ini,” sambung Devi.

Dinkes juga mencatat angka kasus pneumonia dan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal.

Devi menyebut, pada Jumat pekan lalu tercatat satu kasus pneumonia dan lima kasus ISPA.

Kemudian pada Sabtu, jumlah kasus mengalami peningkatan menjadi tiga kasus pneumonia dan delapan kasus ISPA.

“Kalau peningkatan kasusnya, ya.

Peningkatan kasusnya waktu hari Jumat-Sabtu kemarin Minggu lalu.

Untuk kasus pneumonia itu kemarin di hari Jumat ada 1, kemudian ISPA-nya ada 5.

Kemudian di hari Sabtu ada 3 pneumonia, terus ada ISPA-nya 8. Jadi ada peningkatan yang signifikan ya,” lanjut Devi Ika Indriarti

Menurutnya, pada Jumat dan Sabtu peningkatan kasus memang masih lebih terlihat pada kelompok tertentu.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan kasus mulai muncul pada kelompok usia yang lebih luas.

“Jadi, walaupun memang ditemukan di kelompok poli umum, yaitu yang orang dewasa, lansia, waktu itu masih belum, ya (hari Jumat-Sabtu).

Tapi seiring dengan kejadian ini kan perlu kita tindak lanjuti,” kata Devi.

Untuk update hari ini, pada saat pemeriksaan, update-nya memang sudah terjadi peningkatan kasus di semua kelompok umur.

"Jadi bukan hanya balita saja, tapi yang poli dewasa, umum, itu ada peningkatan kasus untuk penyakit ISPA,” sambungnya.

 

TINJAU - Kapolres Tarakan, AKBP Bonifasius Rumbewas saat meninjau lokasi titik karhutla di pinggir Jalan Amal Lama dan mengandung batu bara di bawahnya yang sebagian hampir setengah badan jalan sudah kopong alias kosong karena terbakar, Senin (24/8/2026). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
TINJAU - Kapolres Tarakan, AKBP Bonifasius Rumbewas saat meninjau lokasi titik karhutla di pinggir Jalan Amal Lama dan mengandung batu bara di bawahnya yang sebagian hampir setengah badan jalan sudah kopong alias kosong karena terbakar, Senin (24/8/2026). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

 

Baca juga: Breaking News, Jalan Amal Lama Tarakan Ditutup Total, Imbas Karhutla Bakar Batu Bara Bawah Tanah

Data tersebut merupakan laporan dari wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal, yang melayani masyarakat di Kelurahan Pantai Amal.

Sementara untuk Minggu, pemantauan kasus tidak dilakukan melalui pelayanan Puskesmas, karena layanan tidak buka seperti hari kerja.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes bersama Puskesmas Pantai Amal juga membagikan masker kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Pembagian masker dilakukan bersamaan dengan sosialisasi kepada masyarakat agar mengurangi risiko menghirup asap karhutla secara langsung.

Devi mengatakan, asap kebakaran tidak hanya berpotensi mengganggu saluran pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi pada mata.

“Bagi-bagi masker itu tujuannya ya itu, biar maksudnya tidak terhirup langsung  asapnya,” katanya.

“Ini kan mata, kalau misalnya terlalu dekat dengan (asap) itu kan bisa perih, kan merah kan ya.

Nah, itu juga bisa terjadi,” lanjut Devi Ika Indriarti.

Ia menegaskan, penggunaan masker menjadi salah satu upaya pencegahan, agar masyarakat tidak terpapar langsung asap, yang berada di sekitar lokasi karhutla.

“Nah, itu juga bisa terjadi.

Jadi yang kita cegah ya ini, asapnya.

Kalau terhirup bisa orang-orang ya batuk, nah ISPA jadinya,” ujar Devi.

Sosialisasi penggunaan masker juga akan terus dilakukan oleh Dinkes dan Puskesmas Pantai Amal.

Menurutnya, selain dibagikan kepada warga yang melintas, masker juga tersedia di Puskesmas Pantai Amal untuk masyarakat setempat.

 

KARHUTLA BATU BARA - Wali Kota Tarakan, Khairul meninjau lokasi Jl Amal Lama, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (24/8/2026). Jalan tersebut sudah berlubang nyaris sampai setengah badan jalan akibat kebakaran hutan dan lahan yang mengandung batu bara.
KARHUTLA BATU BARA - Wali Kota Tarakan, Khairul meninjau lokasi Jl Amal Lama, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (24/8/2026). Jalan tersebut sudah berlubang nyaris sampai setengah badan jalan akibat kebakaran hutan dan lahan yang mengandung batu bara. (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

 

“Sosialisasi penggunaan masker akan kami sampaikan, walaupun saat ini sudah disampaikan ya sama teman-teman ya.

 Terutama tadi dibagi-bagikan oleh teman-teman Puskesmas Pantai Amal kepada yang lewat, terus di Puskesmas juga dibagikan untuk warga Pantai Amal,” katanya.

Devi menjelaskan, kondisi kualitas udara di kawasan perkotaan Tarakan, masih tergolong baik berdasarkan alat pemantauan yang berada di kantor DLH.

Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menggambarkan kualitas udara di seluruh wilayah Tarakan.

Hal itu terlihat setelah DLH memasang alat pemantau kualitas udara di Kelurahan Pantai Amal pada Jumat pekan lalu.

“Tapi kemarin hari Jumat kemarin, itu teman-teman DLH berinisiatif untuk memasang di Kelurahan Pantai Amal,” pungkas Devi Ika Indriarti.

 (*)

Penulis: Andi Pausiah



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.