TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga di sejumlah wilayah Sulawesi Utara diminta lebih waspada selama tiga hari ke depan.
Meski BMKG tidak mendeteksi potensi hujan sedang hingga ekstrem, angin kencang justru mengintai tujuh kabupaten/kota mulai Senin 24 hingga Rabu 26 Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data Peringatan Dini 3 Harian untuk wilayah Sulawesi Utara yang berlaku mulai Senin, 24 Agustus 2026 hingga Rabu, 26 Agustus 2026.
Baca juga: Gempa Bumi di NTT Hari Ini Senin 24 Agustus 2026, Info BMKG Kekuatan dan Lokasinya
Berdasarkan evaluasi akumulasi harian tertinggi di tingkat kabupaten/kota, BMKG tidak mencatat adanya potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, maupun ekstrem (Level Waspada, Siaga, dan Awas berada dalam status nihil).
Meski potensi hujan minim, masyarakat imbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman angin kencang.
Peringatan dini angin kencang ini berlaku konsisten selama kurun waktu 3 hari berturut-turut di 7 wilayah kabupaten/kota yang mencakup area pesisir serta wilayah kepulauan.
Kantor Tribun Manado berada di Jalan AA Maramis, Kelurahan Kairagi Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Kota Bitung
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Tenggara
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Talaud
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini