Ingatkan Bahaya Narkotika, BNN Kota Pangkalpinang Beri Edukasi ke Siswa SDN 28 Pangkalpinang
Ardhina Trisila Sakti August 24, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - SDN 28 Pangkalpinang menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang untuk memberikan edukasi kepada pelajar terkait bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Pangkalpinang, Tien Afrilia Adha mengingatkan siswa agar tidak mudah menerima makanan, barang maupun titipan dari orang yang tidak dikenal.

"Kami memberikan sosialisasi di setiap sekolah tentang bahaya narkoba bukan untuk kalian mencari tahu cara pakainya atau belinya di mana, tetapi agar kalian imun terhadap bahaya narkoba," ujar Tien, Senin (24/8/2026).

Tien mengatakan narkoba saat ini semakin beragam, serta tidak hanya berupa sabu maupun ganja.

"Jadi sekarang narkoba itu bukan hanya berbentuk sabu, ada juga yang berbentuk cairan bahkan ada liquid yang dicampurkan dengan narkoba," ucapnya.

Lebih lanjut edukasi atau sosialisasi dilakukan, bertujuan membangun pengetahuan dan daya tangkal anak terhadap bahaya narkoba.

"Kami memberikan sosialisasi di setiap sekolah tentang bahaya narkoba bukan untuk kalian mencari tahu, cara pakainya atau belinya di mana tetapi agar kalian paham terhadap bahaya narkoba," bebernya.

Tien mengingatkan pelaku narkoba dapat menggunakan berbagai modus untuk menjerat korban, salah satunya dengan memberikan narkoba secara cuma-cuma pada awalnya.

"Awalnya itu narkoba pasti dikasih gratis setelah dikasih gratis, nanti ujungnya bayar. Kalau tidak punya uang untuk bayar, nanti bisa diperalat menjadi kurir," katanya.

Untuk itu pihaknya meminta siswa, tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal. Selain itu juga diminta tidak sembarangan menerima makanan, minuman, barang ataupun titipan dari orang lain yang tidak diketahui asal-usulnya.

"Jangan mudah percaya sama orang yang tidak dikenal atau menerima barang apa pun bentuknya, dari orang yang tidak dikenal," pesannya. Sekarang ada jenis baru yang menggunakan cairan ada liquid yang dicampurkan narkoba, ini jenis baru yang sekarang marak dan kemarin juga sudah masuk ke Kota Pangkalpinang," bebernya.

Pihaknya juga meminta siswa tidak sembarangan mencoba vape, maupun menerima cairan dari orang lain yang tidak diketahui kandungannya.

"Adik-adik adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga, masa depan masih panjang. Jangan sia-siakan mari banggakan orang tua dan sekolah, jaga nama baik dan raih prestasi," katanya.

Kepala SDN 28 Pangkalpinang, Suainah mengatakan sekolah dasar merupakan tempat yang tepat, untuk menanamkan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Setiap tahun kami melakukan sosialisasi. Tahun ini kami mengundang BNN sebagai pembina upacara karena kekhawatiran kami sebagai pendidik dan pihak sekolah terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba," ungkap Suainah.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.