Polisi Selidiki Dugaan Aksi Saling Cegat Berujung Kecelakaan Maut di Gamping Sleman
Muhammad Fatoni August 24, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pelajar terjadi di Jalan Siliwangi, tepatnya di depan sebelah timur SMP Negeri 3 Gamping, Kalurahan Nogotirto, Gamping, Sleman.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) dini hari sekira pukul 03.00 WIB tersebut kini masih didalami pihak kepolisian.

Pasalnya, insiden tersebut juga diwarnai informasi terkait dugaan aksi saling cegat antarkelompok pelajar.

Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan insiden kecelakaan maut ini melibatkan satu unit sepeda motor Honda Vario dengan seorang pejalan kaki.

Sepeda motor tersebut dikendarai oleh RAJ (14), seorang pelajar asal Gamping, Sleman, yang memboncengkan rekannya berinisial MZA (17), pelajar asal Mlati, Sleman. 

Pengendara motor mengalami luka lecet dan memar serta harus menjalani perawatan medis di PKU Muhammadiyah Gamping.

Sementara itu, pejalan kaki dalam insiden ini berinisial HFN (17), seorang pelajar asal Godean, Sleman. 

"(HFN) mengalami luka serius berupa patah tulang pada kaki kanan dan cedera kepala berat. Korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Queen Latifa," kata Argo, Senin (24/8/2026). 

Kronologi

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, insiden bermula ketika sepeda motor yang dikendarai RAJ melaju dari arah utara menuju selatan.

Sesampainya di lokasi kejadian, terdapat pejalan kaki dan sejumlah orang berada di badan jalan.

 "Karena jarak sudah dekat, sepeda motor diduga tidak dapat menghindar hingga terjadi benturan dengan pejalan kaki," terang Argo. 

Akibat benturan keras tersebut, kendaraan mengalami kerusakan dengan taksiran kerugian materi mencapai sekitar Rp2 juta.

Petugas kepolisian yang mendapati laporan langsung bergerak mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengecek kondisi korban, mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Polresta Sleman Ringkus Terduga Pelaku Pembuangan Bayi di Pasar Sleman 

Dugaan Tawuran Antarkelompok

Di sisi lain, peristiwa dini hari tersebut sempat memicu kehebohan di media sosial. 

Beredar kabar bahwa kecelakaan ini merupakan imbas dari aksi saling cegat atau dugaan tawuran antardua kelompok siswa SMP.

Menanggapi hal tersebut, polisi menegaskan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan secara utuh rangkaian kronologi kejadian. 

"Untuk informasi tersebut masih kami dalami. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian, termasuk informasi yang beredar terkait adanya saling cegat antar kelompok pelajar," tegas Argo. 

Insiden yang melibatkan kalangan remaja di jam rawan ini, Polresta Sleman mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orangtua dan pelajar, untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan di jalan raya.

"Masyakarat khususnya pengguna jalan, untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, berkendara dengan kecepatan aman, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi dan situasi di sekitar jalan," kata dia. 

Rumah Duka

Tribun Jogja mencoba mendatangi kediaman almarhum HFN di Kalurahan Sidoarum, Godean, untuk lebih mengetahui duduk perkara insdiden dini hari itu, yang menyebabkan korban meninggal dunia. 

Suasana duka masih sangat terasa. Bendera putih, tanda duka masih tegak.

Di sisi utara, tenda duka sudah dibongkar tetapi beberapa kursi masih dibiarkan tergeletak.

Paman dan orangtua HFN, dengan mata dan bibir bergetar menyambut dan mempersilakan masuk. 

Kesedihan begitu terasa. Keluarga sederhana itu tampak begitu terpukul kehilangan buah hatinya.

Namun, mereka mencoba berdamai dan mengikhlaskan apa yang sudah terjadi.

Orangtua HFN mengaku belum bisa menyampaikan keterangan apapun terkait kematian anaknya.(*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.