TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang pria bernama Triyanto alias Munil (40), warga Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, ditemukan tidak bernyawa dengan tubuh penuh luka-luka di sebuah rumah Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul pada Minggu (23/8/2026) malam.
Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, lokasi temuan mayat di RT 06, Padukuhan Pringgading, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul pada Senin (24/8/2026) sore, telah disterilkan oleh aparat kepolisian.
Di bagian depan rumah yang menjadi TKP temuan mayat terlihat sudah terpasang garis polisi.
Rumah itupun terlihat kotor seperti tidak terurus.
Bahkan, pintu rumah tidak terkunci dengan rapat dan tidak ada gerak-gerik kehidupan.
Namun, terdapat satu lampu bagian depan rumah yang terlihat menyala.
Lokasi peristiwa itu berada sangat dekat dengan permukiman penduduk.
Saksi yang merupakan warga setempat, Feri Sulistiyanto (36) dan Wulan Widya (36), mengungkapkan bahwa TKP hanya berjarak 20 meter dari rumah mereka.
Saat ditanya, Feri mengaku bahwa pada Minggu malam Ia berada di rumah, namun tidak mengetahui kejadian penemuan orang meninggal tersebut.
Ia pun tidak mendengar suara kegaduhan.
Namun, istrinya sempat mendengar suara ramai pada Minggu pagi atau sebelum kejadian.
"Kalau temuannya itu tadi malam (Minggu). Begitu polisi datang, kami baru tahu kalau di situ ada mayat. Sebelumnya, ya siang itu enggak ada yang tahu karena semua warga fokus sama acara jalan sehat untuk 17 Agustusan," bebernya, kepada awak media, Senin (24/8/2026).
Meski demikian, ia sempat mendengar bahwa kejadian itu terungkap usai pihak kepolisian mendapat laporan dari keluarga korban dan keluarga pemilik rumah TKP.
Namun, ia tidak mengetahui detail isi laporan tersebut.
"Laporan pertama cuma saya tanya kok tahu-tahu ada kayak gini, ini dari mana? Itu yang punya rumah, saya tanya. Katanya sudah ada laporan dari keluarga korban sama yang punya rumah," ujar dia.
Di sisi lain, warga sempat menaruh rasa curiga dengan aktivitas tak wajar di rumah TKP.
Selama sebulan terakhir, sekelompok pemuda terlihat sering berkumpul di rumah tersebut secara berkala meski tidak datang setiap hari.
"Terus warga laporan sama RT, sama keamanan kalau di sini ada aktivitas mencurigakan. Itu laporan baru kemarin, sebelum ditemukan ada yang meninggal dunia. Tapi, karena Agustus ini banyak kegiatan kampung, jadi lokasi itu sempat tidak termonitor lagi," paparnya.
Sementara itu, Wulan menceritakan, malam hari sebelum Munil ditemukan tidak bernyawa sempat merasa tidak bisa tidur.
Kemudian, pada Minggu pagi atau sekitar 03.30 WIB mendengar suara orang mengendarai sepeda motor sambil berteriak-teriak.
"Itu ada dua motor dari arah timur. Sampai di pertigaan sini (dekat rumahnya) berhenti terus balik mundur dan belok ke rumah (TKP). Selang setengah jam kemudian, dari arah barat disusul sekitar empat motor yang bonceng-boncengan," terangnya.
Wulan memperkirakan bahwa rombongan orang tersebut merupakan anak muda dan mereka menuju ke rumah TKP.
Akan tetapi, dikarenakan Minggu pukul 06.00 WIB sampai 13.00 WIB ada acara jalan sehat, sehingga tidak berada di rumah dan tidak mengetahui kejadian yang lain.
Selepas acara jalan sehat, Wulan melihat ada sekitar tiga kendaraan sepeda motor di depan rumah TKP.
Lalu, ada dua orang di depan rumah TKP dan tidak mengetahui ada berapa orang di dalam rumah TKP.
Kala itu, ia hanya melihat secara sekilas saat melintasi rumah TKP.
Baca juga: Jajaran Polres Bantul Kumpulkan Keterangan Saksi untuk Mengungkap Penyebab Tewasnya Pria di Bantul
Sebenarnya, rumah TKP sudah lama kosong usai pemiliknya pindah.
Namun, ada salah satu anaknya yang sempat tinggal di rumah tersebut sejak sekitar setahunan terakhir.
Anak pemilik rumah itu tidak setiap hari tinggal atau tidur di rumah TKP.
Rumah tersebut diketahui jarang dipakai.
Terkadang, seminggu penuh anak pemilik rumah datang atau seminggu sekali datang dan pergi lagi.
Ketika anak pemilik rumah melintas di depan rumah Wulan dan bertemu Wulan, mereka pun bertegur sapa.
"Tapi, saya sempat lihat jelas sekali saat pulang kerja (beberapa hari sebelum kejadian temuan orang meninggal). Sekitar habis magrib itu, teras (rumah TKP) kan gelap ya. Tapi sepeda motornya banyak banget diparkir di teras itu. Ada sekitar lima sampai enam sepeda motor atau berapa itu," bebernya.
Selanjutnya, dikarenakan jendela kaca kamar TKP tidak tertutup gorden, sehingga bagian dalam ruangan dan aktivitas di dalamnya terlihat dari luar.
Kala itu terlihat sekitar beberapa orang seperti sedang memojokkan satu orang.
Beberapa orang itu ada yang terlihat seperti membawa ikat pinggang.
Namun, Wulan tidak mengetahui secara pasti apakah mereka sedang latihan atau melakukan tindakan intimidasi.
"Saya enggak nyangka ada kejadian itu. Waktu kejadian temuan tadi malam, lampu dalam (dalam rumah TKP) menyala, terus yang di luar mati. Tapi karena ada kejadian itu, akhirnya polisi dan warga nyalakan lampu bagian luar," jelas dia.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan korban ditemukan pada Minggu (23/8/2026) malam.
"Petugas kepolisian sebelumnya menerima laporan penemuan orang meninggal dunia tersebut sekitar pukul 23.20 WIB. Selanjutnya, personel Polsek Pajangan mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal," ungkapnya, Senin (24/8/2026).
Saat sampai lokasi kejadian, petugas melihat kondisi korban dalam posisi terbujur dan terdapat sejumlah luka pada tubuhnya.
Petugas kemudian menghubungi Tim INAFIS Polres Bantul serta tim medis dari Puskesmas Pajangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban.
"Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka robek pada bagian belakang tubuh, darah yang masih mengalir dari telinga, serta cairan bekas darah pada bagian hidung," beber Rita.
Selain itu ditemukan benjolan luka pada bagian belakang kepala sebelah kiri dengan diameter sekitar empat sentimeter.
Kemudian terdapat luka gores pada bagian punggung dengan panjang sekitar enam sentimeter sebanyak tiga buah.
Petugas medis juga menemukan tanda-tanda kaku mayat pada tubuh korban.
Sementara itu, sianosis terlihat pada ujung kedua jari tangan dan kaki.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari dua jam sebelum ditemukan.
"Untuk penyebab pasti korban meninggal dunia masih dalam pengembangan dan penyelidikan polisi. Sejumlah saksi sudah kami periksa untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia," jelasnya.(*/nei)