Misteri Dua Mayat Tanpa Identitas di Bangka Selatan, Ditemukan Terpisah 15 Kilometer
M Zulkodri August 24, 2026 08:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Warga pesisir Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, digegerkan dengan dua penemuan mayat tanpa identitas di dua lokasi berbeda dalam waktu hanya beberapa jam, Senin (24/8/2026).

Mayat pertama ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB di Perairan Pangkalan Jodoh.

Sementara sekitar tiga jam kemudian, tepatnya pukul 09.30 WIB, warga kembali menemukan bagian tubuh manusia di pesisir Pangkalan Gadung, kawasan Gunung Namak.

Kedua lokasi tersebut berjarak sekitar 14 hingga 15 kilometer. Kedua jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke RSUD Junjung Besaoh untuk pemeriksaan serta proses identifikasi.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Bangka Selatan, AKP Arief Fabillah, membenarkan adanya dua laporan penemuan jenazah tersebut.

Arief mengatakan, kedua penemuan terjadi di lokasi berbeda dan dilaporkan kepada petugas pada hari yang sama.

“Mayat pertama ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB di Pangkalan Jodoh, sementara penemuan kedua sekitar pukul 09.30 WIB di pesisir Pangkalan Gadung Gunung Namak,” kata Arief.

Mayat Pertama Ditemukan Saat Warga Menjaring Ikan

Baca juga: Rekening Donasi Warga Pati Rp80 Juta Diblokir Jelang Demo DPR, Ini Alasan dan Sanksi Jika Melanggar

Penemuan pertama terjadi di kawasan Pangkalan Jodoh, Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai.

Saat itu, UT (45), warga Desa Gadung, Kecamatan Toboali, sedang menjaring ikan di sekitar kawasan pantai.

Ketika sedang menjaring ikan, UT melihat sesuatu mengapung tidak jauh dari lokasi tempatnya mencari ikan.

Karena curiga dengan benda tersebut, ia kemudian memanggil RD (42), warga Simpang Sadai, yang sedang memasang bubu ketam.

Keduanya kemudian mendekati lokasi untuk memastikan benda yang terlihat mengapung tersebut.

“Sekira pukul 06.30 WIB, saksi UT sedang menjaring ikan dan melihat ada mayat yang mengapung tidak jauh dari tempatnya menjaring,” ujar Arief.

Setelah diperiksa, UT dan RD memastikan benda yang mengapung tersebut merupakan jasad manusia.

Mayat tersebut diperkirakan berjenis kelamin laki-laki. Namun, kondisi jenazah sudah mengalami kerusakan parah pada hampir seluruh bagian tubuh.

Keduanya juga mengaku tidak mengenali korban.

RD kemudian menghubungi perangkat Desa Pasir Putih untuk melaporkan penemuan tersebut.

Perangkat desa bersama UT kemudian kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi jenazah dan mengambil dokumentasi.

Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Sat Polairud Polres Bangka Selatan dan Pos Pol Desa Sadai.

Tim Gabungan Evakuasi Jenazah

Setelah menerima laporan masyarakat, personel Sat Polairud Polres Bangka Selatan bersama Polsek Toboali, Basarnas Bangka Selatan dan perangkat Desa Pasir Putih bergerak menuju lokasi.

Tim gabungan kemudian melakukan penanganan dan evakuasi terhadap jenazah dari kawasan Pangkalan Jodoh.

Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Junjung Besaoh untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Personel yang dilibatkan terdiri dari Sat Polairud Polres Bangka Selatan, Polsek Toboali, Basarnas dan perangkat Desa Pasir Putih,” kata Arief.

Tiga Jam Berselang, Mayat Kedua Ditemukan

Saat penanganan terhadap penemuan pertama berlangsung, laporan penemuan jasad kembali diterima petugas.

Sekitar pukul 09.30 WIB, pasangan suami istri PA (47) dan VR (46), warga Teladan, Toboali, menemukan bagian tubuh manusia di pesisir Pangkalan Gadung, Gunung Namak.

Saat itu, keduanya hendak memasang jaring di kawasan pesisir.

Pasangan tersebut kemudian menyadari bahwa benda yang mereka temukan merupakan bagian tubuh manusia. Mereka langsung mencari bantuan dan melaporkan temuan tersebut kepada petugas.

Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan evakuasi.

Kondisi jenazah kedua juga ditemukan dalam keadaan mengenaskan.

Korban tidak mengenakan pakaian dan bagian tubuh yang ditemukan hanya tersisa dari paha hingga leher.

Sementara itu, bagian kepala, tangan dan kaki tidak ditemukan di lokasi.

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Junjung Besaoh untuk menjalani pemeriksaan medis serta proses identifikasi.

Baca juga: Sosok Conor Kennedy Putra Pejabat AS, Masuk Daftar Buronan Rusia, Jadi Tentara Bayaran di Ukraina

Dua Lokasi Penemuan Berjarak 14-15 Kilometer

Dua penemuan mayat tersebut menjadi perhatian karena terjadi pada hari yang sama dan lokasi penemuannya relatif berdekatan.

Lokasi pertama berada di kawasan Pangkalan Jodoh, sedangkan lokasi kedua berada di Pangkalan Gadung Gunung Namak.

Jarak kedua kawasan tersebut diperkirakan sekitar 14 hingga 15 kilometer.

Namun, hingga saat ini belum ada keterangan dari kepolisian yang memastikan apakah kedua jenazah tersebut memiliki hubungan atau berasal dari kejadian yang sama.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap masing-masing penemuan.

Identitas Kedua Korban Belum Diketahui

Hingga proses evakuasi selesai, identitas kedua korban masih belum diketahui.

Kondisi jenazah yang mengalami kerusakan cukup parah membuat proses identifikasi membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi membawa kedua jenazah ke RSUD Junjung Besaoh agar dapat dilakukan pemeriksaan medis yang diharapkan membantu mengungkap identitas korban.

“Untuk identitas korban masih dalam penanganan lebih lanjut,” pungkas Arief.

Selain pemeriksaan terhadap jenazah, petugas juga masih mengumpulkan keterangan dari saksi yang pertama kali menemukan kedua korban.

Polisi juga melakukan pendalaman terhadap informasi yang berkaitan dengan kedua lokasi penemuan.

Warga yang Kehilangan Keluarga Diminta Melapor

Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat, khususnya yang berkaitan dengan wilayah perairan Bangka Selatan dan sekitarnya, diimbau segera melapor kepada kepolisian.

Informasi dari keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dapat membantu petugas dalam proses pencocokan identitas korban.

Untuk sementara, kedua kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian.

Petugas belum menyampaikan identitas korban maupun penyebab kematian karena proses pemeriksaan dan penyelidikan masih berlangsung.

Kasus Penemuan Mayat di Babel 2026

Penemuan dua jenazah tanpa identitas di Bangka Selatan menambah daftar kasus penemuan mayat yang terjadi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung sepanjang 2026.

Salah satu kasus terjadi pada 24 Maret 2026 ketika mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di Pantai Kepala Dua, Desa Tanjung Gunung, Bangka Tengah.

Sementara di Bangka Barat, polisi pada Februari menangani laporan penemuan mayat terapung di Perairan Pantai Tembelok, Mentok.

Pada Juni, warga juga digegerkan dengan penemuan pria meninggal di perkebunan sawit Desa Air Bulin, yang kemudian diketahui merupakan warga Garut.

Adapun di Pangkalpinang, seorang pria bernama Yuliono ditemukan meninggal di sebuah rumah kosong pada Juli 2026.

Dengan ditemukannya dua jenazah dalam satu hari di Bangka Selatan pada 24 Agustus 2026, perhatian kembali tertuju pada sejumlah kasus penemuan jasad di wilayah pesisir dan daratan Bangka Belitung.

Beberapa kasus yang terverifikasi:

  • 24 Maret 2026: mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di Pantai Kepala Dua, Desa Tanjung Gunung, Bangka Tengah.
  • 9 Februari 2026: polisi menangani laporan mayat terapung di Perairan Pantai Tembelok, Mentok, Bangka Barat. Saat petugas kembali ke lokasi, jasad sudah tidak terlihat.
  • 11 Juni 2026: mayat pria ditemukan tergantung di perkebunan sawit di Desa Air Bulin, Bangka Barat. Korban kemudian diketahui bernama Yana Mulyana (33), warga Garut.
  • 22 Juli 2026: Yuliono (47) ditemukan meninggal di sebuah rumah kosong di Pangkalpinang.
  • 24 Agustus 2026: dua jenazah tanpa identitas ditemukan di dua lokasi pesisir Bangka Selatan dalam rentang beberapa jam. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Zulkodri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.