Iran Siap Hadapi “Perang Ekonomi” AS, Garda Revolusi: Kami Punya Skenario Perlawanan
Ansari Hasyim August 24, 2026 10:03 PM

 

SERAMBINEWS.COM – Iran menegaskan tidak gentar menghadapi tekanan ekonomi Amerika Serikat yang semakin intensif. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan Teheran telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi apa yang disebut sebagai “perang ekonomi” Washington.

Juru bicara Garda Revolusi Iran, Hossein Mohebi, mengatakan Teheran telah mempersiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak kebijakan ekonomi AS sekaligus menghadapi berbagai bentuk tindakan yang dinilai bermusuhan.

Baca juga: VIDEO Iran Diundang Masuk Aliansi Makkah yang Dibentuk Saudi, Turki dan Pakistan

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kampanye ekonomi baru terhadap Iran.

“Perang ekonomi adalah salah satu taktik musuh, dan kami memiliki skenario untuk melawan dampak negatif dari perang ini,” kata Mohebi.

Menurutnya, tekanan ekonomi terhadap Iran bukanlah sesuatu yang baru. Washington, kata dia, telah menggunakan tekanan ekonomi sebagai instrumen untuk menekan Teheran selama beberapa dekade.

Karena itu, Iran mengaku telah memiliki pengalaman dan strategi untuk menghadapi tekanan tersebut.

Mohebi juga menegaskan bahwa Iran tetap menjalin hubungan ekonomi dengan berbagai negara. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya Teheran mengurangi dampak tekanan dan isolasi ekonomi yang didorong Washington.

“Kami tidak khawatir terhadap konsekuensi potensial dari tindakan terbaru Amerika Serikat,” tegasnya.

Garda Revolusi bahkan menilai peningkatan tekanan ekonomi tersebut menunjukkan perubahan strategi Washington setelah gagal mencapai tujuannya melalui aksi militer.

Di sisi lain, Trump menggambarkan kebijakan baru terhadap Iran sebagai salah satu tindakan ekonomi paling keras yang pernah diberlakukan terhadap sebuah negara.

Presiden AS itu mengatakan kampanye tersebut bertujuan mendorong Iran menuju isolasi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Trump juga memperingatkan negara-negara yang tetap memberikan dukungan kepada Teheran. Menurutnya, negara-negara tersebut dapat menghadapi konsekuensi ekonomi yang signifikan, sehingga dampak kebijakan Washington berpotensi meluas jauh melampaui Iran.

Namun, Teheran menilai tekanan ekonomi tersebut tidak akan dengan mudah memaksa Iran menyerah.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga menolak efektivitas sanksi baru Amerika Serikat. Pada Jumat, ia mengatakan kebijakan tersebut pada akhirnya akan gagal, sebagaimana putaran pembatasan ekonomi Washington sebelumnya.

Dengan sikap tersebut, perseteruan Iran dan Amerika Serikat kini kembali memasuki arena ekonomi. Di tengah ancaman sanksi dan isolasi, Teheran berusaha menunjukkan bahwa tekanan ekonomi tidak akan menghentikan hubungan dagangnya dengan negara-negara lain.

Bagi Iran, perang ekonomi bukanlah ancaman baru—melainkan babak lain dari konfrontasi panjang dengan Washington.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.