BANGKAPOS.COM, BANGKA – Polisi belum menemukan keterkaitan antara penemuan dua mayat tanpa identitas di dua lokasi Perairan Laut Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung yang berjarak sekitar 15 kilometer.
Hingga Senin (24/8/2026) malam, belum ada laporan orang hilang yang masuk dari masyarakat dari dalam daerah maupun daerah lain. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas kedua jenazah tersebut.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Bangka Selatan, AKP Arief Fabillah mengatakan, pihaknya belum menemukan indikasi yang menghubungkan penemuan dua mayat tersebut.
Kedua jenazah ditemukan di lokasi berbeda dengan jarak sekitar 15 kilometer pada Senin (24/8/2026). Polisi masih mengumpulkan informasi untuk memastikan apakah kedua penemuan tersebut memiliki hubungan atau tidak.
“Untuk penemuan dua mayat tanpa identitas yang berjarak sekitar 15 kilometer, sementara ini belum ada kaitannya,” kata dia kepada Bangkapos.com.
Selain belum menemukan keterkaitan Arief menjelaskan, polisi juga belum menerima laporan orang hilang yang dapat dikaitkan dengan kedua jenazah.
Informasi tersebut tidak hanya ditelusuri dari masyarakat Bangka Selatan, tetapi juga dari masyarakat luar daerah. Penelusuran dilakukan untuk membantu proses identifikasi kedua korban yang saat ini belum diketahui identitasnya.
Polisi juga belum menemukan ciri-ciri khusus yang dapat membantu mengungkap identitas kedua korban. Dari kondisi yang diketahui, salah satu jenazah disebut hanya mengenakan pakaian berupa kaos dan celana pendek. Kondisi tersebut membuat petugas masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan petunjuk mengenai identitas korban.
“Sementara tidak ada ciri-ciri khusus, jenazah cuma mengenakan baju kaos berwarna biru dan celana pendek,” beber Arief.
Untuk memperluas penelusuran, Sat Polairud Polres Bangka Selatan telah berkoordinasi dengan jajaran Polairud di wilayah lain.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada laporan orang hilang di wilayah hukum kepolisian lain yang memiliki keterkaitan dengan penemuan kedua jenazah. Hasil koordinasi sementara juga belum menemukan adanya laporan orang hilang.
Koordinasi dilakukan dengan jajaran kepolisian di seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Daerah yang telah dikonfirmasi meliputi Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka, Belitung, Belitung Timur dan Pangkalpinang. Penelusuran lintas wilayah tersebut dilakukan untuk mempersempit kemungkinan identitas kedua korban.
“Kami juga sudah menghubungi rekan-rekan Polairud Polres lain, namun mereka juga menyampaikan tidak ada laporan orang hilang,” sebutnya.
Kedua mayat tanpa identitas sebelumnya ditemukan secara beruntun di dua lokasi berbeda di Bangka Selatan pada Senin (24/8/2026). Jenazah pertama ditemukan di wilayah perairan Sadai, sedangkan jenazah kedua ditemukan di kawasan Pantai Kubu dengan jarak kedua lokasi sekitar 14 hingga 15 kilometer. Kedua jenazah telah dievakuasi ke RSUD Bangka Selatan untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut.
“Untuk saat ini kami masih melakukan penelusuran dan menunggu hasil identifikasi terhadap kedua jenazah,” pungkas Arief.
Dua Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Warga
Dua mayat tanpa identitas ditemukan di dua lokasi yang berjarak sekitar 14 hingga 15 kilometer di pesisir pantai Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (24/8/2026). Kedua penemuan tersebut terjadi dalam rentang waktu beberapa jam dan langsung ditindaklanjuti Tim SAR Gabungan. Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSUD Junjung Besaoh untuk proses identifikasi.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Bangka Selatan, AKP Arief Fabillah mengatakan, kedua penemuan tersebut terjadi di lokasi berbeda dan dilaporkan kepada petugas pada hari yang sama. Mayat pertama ditemukan warga yang sedang menjaring ikan di Pangkalan Jodoh sekitar pukul 06.30 WIB, sementara penemuan kedua terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di pesisir Pangkalan Gadung Gunung Namak
“Kami menerima laporan penemuan mayat tanpa identitas di dua lokasi berbeda,” kata dia kepada Bangkapos.com.
Di Pangkalan Jodoh, Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai mayat pertama kali ditemukan oleh UT (45), warga Gadung, saat sedang menjaring ikan. UT kemudian memanggil RD (42), warga Simpang Sadai, yang sedang memasang bubu ketam tidak jauh dari lokasi untuk memastikan temuan tersebut. Keduanya memastikan benda yang mengapung itu merupakan mayat yang diperkirakan berjenis kelamin laki-laki.
Kondisi mayat pertama saat ditemukan sudah mengalami kerusakan pada hampir seluruh bagian tubuh. UT dan RD mengaku tidak mengenali jenazah tersebut sehingga identitas korban belum diketahui. Setelah penemuan dilaporkan, Sat Polairud, Polsek Toboali, Basarnas Bangka Selatan dan perangkat Desa Pasir Putih melakukan evakuasi.
“Jenazah tersebut sudah dibawa ke RSUD Junjung Besaoh,” urai Arief.
Sementara itu, mayat kedua ditemukan pasangan suami istri PA (47) dan VR (46), warga Teladan Toboali, ketika hendak memasang jaring di pesisir Pangkalan Gadung Gunung Namak, Kecamatan Toboali. Keduanya menemukan bagian tubuh manusia yang kemudian diketahui sebagai mayat tanpa identitas dan langsung mencari bantuan. Petugas yang menerima laporan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Adapun jarak antara lokasi penemuan jenazah pertama di kawasan Sadai dengan lokasi penemuan jenazah kedua di Pantai Kubu hanya sekitar 14 hingga 15 kilometer. Kondisi mayat kedua juga cukup mengenaskan karena tidak mengenakan pakaian dan hanya menyisakan bagian tubuh dari paha hingga leher. Sementara bagian kepala, tangan dan kaki sudah tidak ditemukan di lokasi. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Junjung Besaoh untuk menjalani pemeriksaan medis.
“Mayat tanpa identitas tersebut hanya menyisakan bagian paha sampai leher, sedangkan bagian kepala, tangan dan kaki sudah hilang,” jelasnya.
Polisi kini melakukan penanganan dan penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua mayat tersebut. Pemeriksaan terhadap jenazah di RSUD Junjung Besaoh diharapkan dapat membantu proses identifikasi korban. Petugas juga masih mengumpulkan informasi dari saksi serta melakukan pendalaman terkait kedua penemuan tersebut. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga di wilayah perairan di Kabupaten Bangka Selatan dan sekitarnya diminta segera melapor kepada kepolisian atau berkoordinasi dengan rumah sakit. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)