Antar-Jemput Gratis Peserta Muktamar NU di Jombang, Tukang Becak Tetap Digaji Rp 600 Ribu
Dyan Rekohadi August 25, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Tukang becak di Kabupaten Jombang bersiap menyambut ribuan tamu dan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto dikerahkan untuk memfasilitasi layanan mobilisasi secara cuma-cuma.

Fasilitas transportasi gratis itu disiapkan guna memudahkan pergerakan muktamirin dari lokasi penurunan menuju area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Bupati Jombang Warsubi menegaskan pengemudi becak listrik tidak diperkenankan menarik biaya apa pun dari para peserta.

Baca juga: Panitia Uji Becak Listrik untuk Transportasi Muktamar NU ke-35 di Tambakberas Jombanf

 

Kompensasi dan Hak Pengemudi Becak

Kebijakan layanan bebas ongkos itu dihadirkan sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan hangat bagi para tamu muktamar di Jombang.

"Para tukang becak ini tugasnya mengantar peserta muktamar secara gratis, peserta muktamar yang naik becak tidak boleh dipungut ongkos," kata Warsubi kepada awak media di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (24/8/2026).

Meskipun digratiskan bagi penumpang, para penarik becak tetap memperoleh hak kompensasi sebesar Rp 150.000 per hari selama empat hari acara.

Total kompensasi yang dikantongi setiap pengemudi mencapai Rp 600.000, lengkap dengan fasilitas akomodasi yang disediakan panitia.

"Kalau memang peserta memberi tip secara sukarela, ya tidak apa-apa diterima, yang tidak boleh itu meminta atau mematok tarif," jelasnya.

Baca juga: 200 Becak Listrik Gratis Siap Layani Peserta Muktamar ke-35 NU di Jombang

 

Penempatan Armada di Empat Pos Strategis

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, menyampaikan bahwa 200 pengemudi terdaftar disebar di empat pos.

Sistem penggantian giliran kerja diterapkan agar pelayanan mobilisasi dapat beroperasi secara nonstop sepanjang agenda berlangsung.

"Setelah registrasi, armada akan kami plotting di empat pos, jarak antar pos ke lokasi utama tidak jauh, maksimal sekitar 1 kilometer," ujar Gus Rozaq.

Pos pelayanan dipusatkan di Perempatan Sambong, kawasan Tembelang sebagai titik penurunan, hingga Pertigaan Pulo Sengon.

"Keterlibatan para tukang becak ini menjadi bagian dari upaya masyarakat Jombang memberikan pelayanan terbaik bagi para muktamirin," lanjutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.