Tiga kecamatan yang menjadi perhatian adalah Sukarami, Sematang Borang, dan Jakabaring

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mengatakan tiga kecamatan di wilayah setempat mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan bersama.

"Tiga kecamatan yang menjadi perhatian adalah Sukarami, Sematang Borang, dan Jakabaring," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam rapat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap dan penanganan kekeringan air bersih akibat kemarau panjang di Palembang, Senin.

Dia mengatakan di tiga kecamatan tersebut sejak beberapa pekan terakhir masyarakat kesulitan mendapatkan sumber air bersih akibat musim kemarau panjang.

Untuk mengatasi hal itu, lanjutnya, Pemkot Palembang bersama PDAM Tirta Musi dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) akan melakukan pengaturan penyediaan tanki air bersih di tiga kecamatan tersebut.

"Pendistribusian air bersih diatur berdasarkan waktu dan kebutuhan warga yang membutuhkan," katanya.

Terkait kabut asap akibat kebakaran lahan, Ratu Dewa menginstruksikan setiap pemerintah kecamatan di Kota Palembang wajib mendirikan posko siaga karhutla.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Palembang juga diminta menempatkan mobil pemadam dalam kondisi siaga, terutama di daerah rawan karhutla.

Untuk dunia pendidikan, Pemkot Palembang telah mengeluarkan surat imbauan agar sekolah tidak menggelar aktivitas luar kelas, seperti upacara, yang juga berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan kota setempat.

"Pemkot akan membahas kemungkinan pengalihan proses belajar mengajar ke sistem daring atau online. Keputusan finalnya akan diambil bersama Dinas Pendidikan Kota Palembang hari ini," ujarnya.