Prediksi IHSG Tembus 7.500 Meski Status MSCI Indonesia Masih Freeze
Laksmi Anindita August 25, 2026 09:44 AM

TRIBUNWOW.COM – Status pembekuan atau freeze terhadap rebalancing indeks saham Indonesia oleh MSCI diperkirakan masih akan berlanjut dalam pengumuman indeks pada bulan November 2026 mendatang. Kendati demikian, prospek pasar saham domestik dinilai masih sangat menjanjikan.

Head of Research UOB Kay Hian Securities Indonesia, Willy Nois Torus, mengungkapkan bahwa para pelaku pasar tidak perlu mengkhawatirkan secara berlebihan mengenai potensi penurunan kelas pasar Indonesia dari status emerging market menjadi frontier market. Menurutnya, meskipun status kemungkinan besar masih akan dibekukan, nada (intonasi) dari pihak MSCI diyakini akan jauh lebih positif.

Sikap optimis ini muncul karena regulator di Indonesia dinilai telah memenuhi berbagai penyesuaian regulasi yang disyaratkan. Beberapa langkah pemenuhan tersebut antara lain:

- Peningkatan transparansi (free).
- Pembentukan indeks HSC.
- Peningkatan komunikasi aktif dengan para pemegang saham.

Baca juga: Update Harga Emas Logam Mulia Antam Hari Ini Minggu 23 Agustus 2026

Willy memaparkan bahwa proses pemulihan agar status freeze dicabut dan rebalancing kembali berjalan normal biasanya memakan waktu sekitar 18 bulan sejak ancaman awal dikeluarkan. Dalam skenario optimistis, pembukaan penuh atau unfreeze diperkirakan baru akan terealisasi pada semester I 2027, kemungkinan besar pada periode April atau Mei.

Secara fundamental, posisi Indonesia masih tergolong aman di kategori emerging market. Di tengah ketidakpastian terkait status MSCI tersebut, UOB Kay Hian tetap mempertahankan pandangan positif terhadap kinerja pasar saham domestik.

UOB Kay Hian memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menyentuh level 7.500 pada akhir tahun 2026. Optimisme ini didasarkan pada tingkat ketahanan pasar saham Indonesia yang dinilai cukup tinggi dalam menghadapi gejala siklikal maupun berbagai sentimen eksternal.

Selain perkembangan dari MSCI, laju IHSG hingga akhir tahun juga diprediksi akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah dinamika global, antara lain dinamika politik pasca midterm election di Amerika Serikat, serta arah kebijakan likuiditas dari bank sentral global.

Sumber: IDX CHANNEL

(TribunWow.com/Ghozi Luthfi Romadhon)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.